Riri Riza Beri Apresiasi FTV Animasi 3D 'Dufan Defender'
TV

Riri memberikan pujian karena para animator muda juga berusaha agar film Indonesia bisa lebih populer di tanah air.

WowKeren - Sebagai sineas muda Indonesia, Riri Riza menyatakan dukungannya terhadap kehadiran film animasi 3D "Dufan Defender". Pasalnya, film produksi Ancol ini diciptakan oleh para creators Indonesia yang patut mendapatkan apresiasi.

"Sebagai sineas yang memiliki kecintaan terhadap perfilman Indonesia, kami memiliki kepedulian yang sama," ungkap Riri di Jakarta, Jumat (9/3). "Yaitu agar film Indonesia menjadi raja di tanah airnya sendiri."

Dengan hadirnya "Dufan Defender", Riri melihat bahwa kualitas perfilman Indonesia berkembang dengan baik. "Hadirnya 'Dufan Defender' yang diciptakan oleh animator-animatior Indonesia, merupakan senyalemen positif untuk menghidupkan dan menyemakan karya film animasi Indonesia," lanjutnya.

Terlebih, "Dufan Defender" mengangkat tokoh dari satwa asli Indonesia, yang memberikan konten edukasi yang baik. "Saya berharap 'Dufan Defender' akan dicintai oleh seluruh keluarga dan masyarakat di Indonesia," sambungnya.

Film yang dikerjakan oleh animator-animator tanah air ini, mencoba mengangkat sejumlah ikon dari karakter Dunia Fantasi sebagai tokoh utama dalam film ini. Bersama dengan tokoh Dufan, Garin, Kabul, Cili dan Mimion (The Defender), kita akan diajak berpetualang menyelamatkan bumi dari serangan mahluk asing (The Destroyer), yang akan diwakili oleh tokoh Bije, Kombi dan Barus.


Film ini tidak hanya menampilkan sejumlah pertempuran darat, tetapi juga mengajak pemirsanya untuk menjelajahi ruang antariksa, dan terlibat berbagai macam pertempuran luar angkasa. Dengan kata lain, Dufan Defender adalah film pertama animasi 3D Indonesia yang mengambil tema perang antariksa.

Menurut Eko Nugroho, Direktur Dreamlight World Media, animator-animator Indonesia tidak kalah dalam membuat karya film animasi dengan karya film luar negeri. Hanya, kesempatan yang diberikan kepada mereka untuk merepresentasikan karyanya kepada masyarakat masih terbatas.

"Ini yang membuat karya film animasi Indonesia belum berkembang dengan baik," ujar Eko. "Namun saya optimis, kehadiran Dufan Defender akan membuat masyarakat Indonesia bangga karena memiliki tokoh animasi super hero dari tanah airnya."

Ancol Dreamlight juga berusaha memberikan terobosan baru, baik dari segi tema cerita, karakter, maupun secara teknis pembuatan. Secara teknis, film ini menggunakan format HD 1280 x 720, dan dari segi bahasa, film ini dilaunching dengan menggunakan Bahasa Inggris, dengan harapan bisa berbicara di pasar internasional.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!