Meisya Siregar berbagi pengalaman menegangkan saat anaknya hampir tenggelam di pantai Bali.
- Rabu, 22 Juli 2026 - 10:33 WIB
WowKeren - Meisya Siregar baru-baru ini membagikan pengalaman menegangkan ketika putra bungsunya hampir tenggelam akibat terseret ombak saat mereka berlibur di Bali. Insiden tersebut terjadi saat mereka menikmati waktu di pantai, di mana Meisya dan suaminya, Bebi Romeo, merasa sudah cukup akrab dengan lokasi tersebut.
"Tempat itu bukan tempat asing, ibaratnya lingkungannya sudah kita kenal dan rasanya sudah kayak 'di rumah sendiri'. Nah, itulah kelengahan kita," ujar Meisya Siregar saat berbincang mengenai kejadian tersebut. Ia mengingatkan bahwa alam sangat tidak terduga dan bisa saja terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Meisya menjelaskan bahwa sebelum insiden terjadi, putra bungsunya meminta izin untuk bermain di pantai seperti yang mereka lakukan empat hari sebelumnya. Meskipun Meisya sudah mengingatkan putranya untuk hanya bermain di tepi pantai karena kondisi laut sedang pasang, anaknya pun mengikuti instruksinya. Namun, kejadian nahas itu berlangsung sangat cepat.
Saat Meisya dan Bebi tengah berbincang dengan teman-teman mereka di area beach bar hotel, putra mereka terseret ombak tanpa disadari. Beruntung, ada penjaga pantai yang cepat sigap menolong anak mereka. Meisya mengungkapkan bahwa lokasi beach bar hotel berada sekitar 400 meter dari bibir pantai, sehingga mereka tidak menduga anak mereka akan terseret ombak sejauh itu.
Pasca insiden, Meisya sempat merasa khawatir mengenai dampak psikologis yang mungkin dialami anaknya. Ia merasa takut jika putra bungsunya akan mengalami trauma dan enggan untuk kembali bermain di pantai. "Tapi masyallah-nya, besokannya alhamdulillah dia sudah tenang, sudah enak, dan dia malah yang ajak main ke pantai lagi," ucapnya.
Meisya dan Bebi menyadari bahwa insiden tersebut adalah akibat dari kelalaian mereka sebagai orang tua. "Malam itu perasaannya berkecamuk banget. Apalagi Bebi. Jadi enggak mau pisah tidur sama Bambang, padahal biasanya kan kamar kita beda sama anak-anak. Malam setelah kejadian itu, papanya enggak mau pisah," ungkap Meisya.
Meisya juga mencurahkan isi hatinya tentang bagaimana selama liburan di Bali, ia merasa banyak lalai dan mengabaikan tanggung jawab sebagai orang tua. "Mungkin amalan yang biasanya dikerjain jadi kelewat, atau ada syubhat-syubhat yang dikerjain. Jadi ya sudah, aku anggap ini teguran murni dari Allah buat aku sama Bebi," katanya.
Lebih lanjut, Meisya mengungkapkan bahwa justru mereka berdua yang lebih banyak mengambil pelajaran dari pengalaman pahit ini. Ia menjadikan insiden itu sebagai pengingat untuk introspeksi dan memperbaiki diri sebagai orang tua. "Sebagai orang tua, aku mungkin sudah merasa maksimal melakukan berbagai hal yang dianggap terbaik untuk anak. Namun dengan kejadian tersebut, aku merasa masih jauh dari kata cukup sebagai orang tua," tuturnya.
Meisya menekankan bahwa insiden itu seharusnya menjadi pelajaran bagi orang tua lainnya. "Memang kayaknya yang mau ditegur sama Allah itu orang tuanya, bukan anaknya. Jadi anaknya enggak kena dampak apa-apa, tapi target tegurannya ke orang tuanya, 'Hei! Jangan sombong lu ngelepas anak lu begitu aja!"
(wk/timw)