Djohar meminta agar KONI tak sembarangan melakukan intervensi dengan rencana pengambilalihan PSSI karena bisa dianggap melanggar aturan FIFA.
- Tim WowKeren
- Jumat, 16 Maret 2012 - 09:31 WIB
WowKeren - PSSI memberikan masukan tentang kinerja Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin, berharap agar KONI tidak menabrak aturan FIFA terkait rencana mengambil alih kepengurusan PSSI.
"PSSI punya aturan. Bahkan Presiden RI sudah menyampaikan bahwa campur tangan pemerintah dapat menyebabkan sanksi. Dengan adanya intervensi dari KONI, ini menunjukkan KONI tidak mengerti statuta," ujar Djohar di Lapangan Buperta, Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (15/3). "KONI seharusnya tidak boleh melakukan intervensi sebab FIFA tidak suka adanya intervensi."
Sebelumnya, Ketua KONI, Tono Suratman, membeberkan 9 keputusan jika rekonsiliasi untuk konflik dualisme kompetisi tidak kunjung diselesaikan PSSI. Keputusan itu diantaranya usulan penyelenggaraan Kongres Tahunan PSSI dan KPSI, penundaan Kongres Luar Biasa, penyelesaian masalah lewat Badan Arbitrase Olahraga Republik Indonesia (BAORI) hingga pengambilalihan jika memang PSSI dan KPSI tak bisa mencapai kata sepakat.
Sementara itu, untuk Kongres Tahunan 18 Maret, PSSI berencana mengajak klub-klub Indonesia Super League (ISL) sebagai peserta. Namun dalam pertemuan pendahuluan di Hotel Crowne, Jakarta, Rabu (14/3), hanya Persib Bandung satu-satunya klub ISL yang memenuhi undangan.
"Pertemuan ini secara mengejutkan dari Persib dengan suasana yang akrab. Di sini kami belajar berkomunikasi antara PSSI dan anggotanya akan lebih pas dalam mengomunikasikan apa yang ada," jelas Direktur Marketing PT Bandung Bermartabat, M Farhan. "Jangan sampai ada kesan, kami membelot. Persib masih menganggap PSSI sebagai induk organisasi, sementara KPSI (Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia) hanya komite, bukan organisasi sepak bola di Indonesia."
Ditambahkan Farhan, PSSI sempat mengusulkan peleburan kompetisi antara ISL dan IPL. Namun pihaknya belum memberi persetujuan mengingat harus diskusi dahulu dengan para pengurus Persib lainnya.
(wk/)