PSSI Gandeng Kapolri Selesaikan Kisruh Dualisme Kompetisi
SerbaSerbi

PSSI mengirimkan surat ke Kapolri, Jenderal Polisi Drs. Timur Pradopo, untuk mengadakan pertemuan resmi dengan klub-klub ISL terkait izin penyelenggaraan kompetisi.

WowKeren - PSSI pimpinan Ketua Umum Djohar Arifin telah melayangkan surat pada Kapolri, Jenderal Polisi Drs. Timur Pradopo, Rabu (4/4). Surat tersebut berisi permohonan agar izin pertandingan Indonesia Super League (ISL) 2011-2012 dihentikan dan rencana untuk audiensi dengan klub-klub terkait.

"Sudah diserahkan. Surat sudah dibuat. Kami tinggal menunggu jawaban dari pihak kepolisian," ujar Ketua Komite Disiplin sekaligus Ketua tim rekonsiliasi, Bernhard Limbong, seusai menyerahkan surat, Rabu (4/4). "Artinya kami minta izin audiensi."

Bernhard membantah tegas kalau audiensi itu untuk menjegal penyelenggara kompetisi ISL. Tujuan utama pertemuan tersebut untuk menjelaskan prosedur diadakannya sebuah kejuaraan.

"Dalam audiensi kan bisa macam-macam urusannya. Yang penting kami ingin agar semuanya berjalan dengan lancar. Tidak benar itu, jika dibilang kami mau minta macam-macam," tegas Bernhard. "Kami hanya mau memverifikasi bagaimana proses perizinan. Karena pelaksanaan sesuatu itu kan mesti ada izinnya. Tapi kita liat saja nanti bagaimana dalam pertemuan. Kami tidak mau berandai-andai."


Bukan hanya PSSI resmi yang mengajukan surat ke Kapolri, PSSI versi KPSI pimpinan La Nyalla Mattalitti juga melakukan hal yang sama. Bedanya, dalam surat bernomor 005/EXCO-PSSI/III/2012 La Nyalla menghimbau agar kepolisian tidak menanggapi permintaan pihak yang mengaku-ngaku sebagai pengurus PSSI.

"Kami sebagai pengurus PSSI yang baru hasil Kongres Luar Biasa 18 Maret di Jakarta, memang masih memberi toleransi kepada pengurus lama untuk menempati Kantor PSSI," kata La Nyalla. "Hal ini semata kami lakukan demi terciptanya situasi keamanan yang kondusif seperti harapan kita semua."

Mantan anggota Komite Eksekutif PSSI itu menegaskan kalau Djohar cs bermaksud mengancam kelangsungan laga ISL. Padahal laga tersebut digelar sesuai keputusan Kongres II PSSI di Bali, Januari 2011.

"Dan dalam statuta PSSI, jelas-jelas hanya mengakui Kompetisi Liga Super (ISL) sebagai kompetisi PSSI yang sah," kata La Nyalla. "Sebaliknya, kompetisi Indonesian Premier League (IPL) jelas tidak dikenal di Kongres PSSI II di Bali dan Statuta PSSI. Sehingga, sejatinya Kompetisi IPL adalah liga ilegal."

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait