Scott Thompson akhirnya mundur setelah gelar sarjana ilmu komputernya terbukti palsu dan digantikan sementara oleh Ross Levinsohn.
- Tim WowKeren
- Senin, 14 Mei 2012 - 11:51 WIB
WowKeren - Yahoo! kembali dirundung awan gelap mengenai masa depannya. CEO perusahaan, Scott Thompson, resmi mengundurkan diri dari jabatannya setelah tersandung skandal gelar palsu.
Pengunduran diri ini diumumkan Yahoo! di San Fransisco, Amerika, Minggu (13/5). Namun alasan spesifik pengundurann diri itu tidak disebutkan. Untuk sementara, tampuk pimpinan Yahoo! dipegang oleh Ross Levinsohn, yang sehari-hari bertugas sebagai kepala divisi media global.
"Benar-benar tidak disangka. Perusahaan ini masih berjuang untuk bertahan sebelum masalah ini muncul. Situasi ini akan membuat mereka makin sulit," kata pengamat dari Macquarie Securities, Ben Schacter. "Yahoo! telah dihinggapi masalah-masalah struktural yang serius."
Awalnya Scott mengaku memiliki gelar sarjana akuntansi dan ilmu komputer dari Stonehill College. Namun salah satu investor, Dan Loeb, menuding Scott hanya memegang gelar sarjana akuntansi. Penyelidikan pun dilakukan dan terbukti benar.
Hal itu membuat para investor kecewa dan meminta Scott agar diberhentikan sebagai CEO. Mantan eksekutif PayPal ini pun meminta maaf dan mengaku menyesal, namun itu tidak mampu menyelamatkan posisinya.
Kejadian ini merupakan pukulan berat bagi perusahaan yang tengah berjuang untuk bangkit lagi. Scott pun tercatat memimpin Yahoo! hanya dalam waktu 4 bulan sejak menggantikan Carol Bratz pada Januari. Dengan begitu perusahaan ini telah mengalami 3 kali pergantian CEO dalam kurun 3 tahun.
(wk/)