Saat ini fans dan publik Indonesia tengah ramai di Twitter membandingkan antara konser dangdut koplo dan penampilan GaGa.
- Tim WowKeren
- Jumat, 18 Mei 2012 - 08:43 WIB
WowKeren - Kontroversi pembatalan konser Lady GaGa di Indonesia menciptakan kehebohan tersendiri di tanah air. Baru-baru ini fans dan masyarakat yang pro-GaGa membuat sebuah perbandingan menarik antara penampilan GaGa dan penyanyi Indonesia sendiri, terutama penyanyi dangdut.
Jenis musik dangdut koplo menjadi sorotan tajam atas perbandingan konser GaGa yang sering memakai kostum panggung nyeleneh, eksentrik, tapi juga bernilai seni tinggi. Menurut mereka, penyanyi dangdut koplo atau dangdut modern tak kalah sensualnya dari penyanyi asing. Namun pertanyaannya, mengapa pedangdut Indonesia yang kostumnya seronok diperbolehkan manggung di sana-sini, sementara GaGa yang tidak semua kostum panggungnya vulgar justru dilarang tampil di Indonesia?
Menurut salah satu situs hiburan tanah air, standar norma yang berbeda antara Indonesia dan Amerika memang menghadirkan gap tersendiri. Kostum panggung GaGa masih bisa diterima oleh masyarakat Amerika, tapi tidak di Indonesia.
Mereka juga menyoroti perbedaan interaksi GaGa dan penyanyi dangdut kepada penontonnya. GaGa mengajak penonton berinteraksi lewat komunikasi verbal (ngobrol). Hampir tidak ada penonton yang berada di atas panggung saat GaGa sedang tampil. Namun pedangdut terkadang jauh lebih intim dengan penontonnya. Apalagi bila ada tradisi saweran, di mana penonton seakan berlomba berdiri di atas panggung bersama si penyanyi, menaburkan uang dan kadang menyelipkannya ke bagian tubuh sang penyanyi. Setelah mendapat uang, si penyanyi dangdut biasanya semakin menari dengan panas.
Menurut Ketua Pengurus Pusat Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia (PP Lesbumi) Nahdlatul Ulama (NU), Al-Zastrouw Ngatawi, pelarangan konser GaGa terlalu berlebihan. Zastrouw berpendapat bahwa semua menyadari bahwa GaGa mengundang kontroversi dari sisi pakaian dan perilaku. Hanya saja, jika responnya terlalu berlebihan maka reaksinya juga akan berlebihan.
"Menurut saya, ini suatu yang berlebihan dan dibesar-besarkan saja. Kalau itu dibiarkan saja, saya kira tidak akan terjadi apa-apa. Itu kan orang sentimentil saja. Di sini (Indonesia) sendiri, juga ada yang seperti itu (berpakaian seperti GaGa) dan tidak ada masalah," katanya saat ditemui wartawan di Depok, Jawa Barat, Kamis (17/5). "Seharusnya masyarakat kita yang ingin menolak GaGa tidak usah berlebihan seperti itu. Jadi, mereka ini terlalu sok moralis."
Salah satu presenter acara Metro TV, Soleh Solihun, bahkan ikut mengomentari sebuah foto lucu yang banyak beredar di Twitter (@solehsolihun). Foto itu menunjukkan seorang pedangdut tengah goyang kayang di atas panggung dengan kostum super mini. "Ini kok boleh? :)) RW @YogaPHB: bhuahahaha ini gaya keren konser dangdut di kita.. huahahhaha".
Beberapa "aksi panggung" pedangdut Indonesia:
(wk/)