Dua mantan atlit legendaris itu menganggap pengurus PBSI tak menepati janji untuk meningkatkan prestasi bulutangkis Indonesia.
- Tim WowKeren
- Selasa, 29 Mei 2012 - 09:45 WIB
WowKeren - Mantan atlit bulutangkis legendaris seperti Liem Swie King dan Susi Susanti memberikan kritik pedas pada PB PBSI terkait kekalahan di Piala Thomas dan Uber 2012, pekan lalu. Mereka menilai para pengurus kurang memperhatikan kepentingan atlit.
"PB PBSI saat ini membuat keputusan untuk kepentingan mereka sendiri. Masukan-masukan dari mantan pemain bulutangkis atau dari elemen yang lain tidak pernah mereka dengar," ujar Lim saat ditemui di acara Gerakan Moral Mantan Atlet Bulutangkis Nasional Lintas Generasi di Hotel Atlet Century Park, Senin (28/5). "Kalau PB PBSI sekarang mengatakan, kami serius membangun bulutangkis, mana buktinya?".
Senada dengan Lim, Susi yang pernah menuai prestasi di Olimpiade, Piala Uber hingga SEA Games merasa prihatin dengan kekalahan di Piala Thomas dan Uber tahun ini. "Kami semua sedih dengan kekalahan ini. Dalam sejarah bulutangkis Indonesia, belum pernah tim Thomas kalah dari Jepang. Mereka memang sudah berusaha maksimal, tapi tidak bisa menembus poin-poin kritis saat pertandingan," ujar istri Alan Budi Kusuma itu.
Susi berharap agar PB PBSI bisa berembug bersama para atlit agar kekalahan di Piala Thomas dan Uber tidak terulang terutama saat Olimpiade, Juli mendatang. "Pemain, pengurus, dan pelatih harus satu visi. Pengurus dan pelatih juga harus menyiapkan perencanaan kalau ingin pemainnya menang," tegas Susi.
(wk/)