Menurut Presiden Klub Sriwijaya FC, Dodi Reza Alex Noerdin, perdamaian tersebut akan membuat klub punya peluang ikut kompetisi internasional seperti Liga Champions Asia.
- Tim WowKeren
- Jumat, 08 Juni 2012 - 10:44 WIB
WowKeren - PSSI akhirnya berdamai dengan pengurus KPSI, penyelenggara Indonesia Super League dan Indonesian Premier League. Sikap sportif demi kemajuan sepak bola Indonesia itu langsung menuai pujian dari salah satu klub ISL, Sriwijaya FC.
"Perdamaian antara KPSI dan PSSI sangat bagus dan memang harusnya begitu. Kita Sriwijaya FC jelas sangat mendukung perdamaian ini. Dengan adanya perdamaian ini, Sriwijaya FC yang sebentar lagi akan merebut juara ISL bisa tampil mewakili Indonesia di Liga Champions Asia," kata Presiden Klub SFC, Dodi Reza Alex Noerdin, Kamis (7/6). "Perdamaian antara PSSI-KPSI menguntungkan berbagai pihak baik skala sepak bola nasional dan internasional.
Perdamaian itu disahkan dengan penandatanganan MoU di Kuala Lumpur, 7 Juni, yang disaksikan oleh perwakilan AFC dan FIFA yakni Wakil Presiden AFC Pangeran HRH, Wakil Presiden Abdullah Sultan Ahmad Shah Ibni, Exco FIFA Dato Worawi Makudi dan Sekjen AFC Alex Soosay. Juga, Direktur Asosiasi Anggota dan Pengembangan FIFA Thierry Regenass serta Direktur Asosiasi Anggota AFC/Hubungan Internasional & Development Manager James Johnson.
Selain itu para petinggi PSSI, KPSI dan penyelenggara ISL juga hadir. Mereka yakni Ketua Umum PSSI Djohar Arifin, CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono, dan Ketua PSSI versi KPSI, La Nyalla Mattalitti.
Dalam MoU disepakati kompetisi ISL dan IPL akan tetap bergulir hingga selesai, namun berada di bawah pengawasan PSSI. Selanjutnya musim depan akan disusun kompetisi dengan format baru yang disepakati bersama.
"Kami sangat beryukur dengan adanya MoU ini," ujar Joko Driyono. "Saya merasa memasuki babak baru ISL dengan sikap penuh optimisme. Dengan adanya Joint Committee ini saya beserta seluruh klub anggota berharap komite dapat memformulasikan masa depan liga profesional yang jauh lebih cerah.
Nasib baik juga dialami oleh para penggagas KPSI seperti La Nyalla , Tony Aprilliani, Roberto Rouw dan Erwin Budiawan. Mereka akan dikembalikan ke jabatan semula yakni sebagai anggota Exco PSSI.
(wk/)