Belanda Jadi Korban Pertama Rasisme Jelang Piala Eropa 2012
SerbaSerbi

Kapten Mark Van Bommel mengaku kalau suporter asal Krakow menirukan suara monyet yang ditujukan pada sejumlah pemain Belanda berkulit hitam.

WowKeren - Belanda menjadi tim pertama yang menjadi korban rasisme bahkan sebelum dimulainya kejuaraan Piala Eropa 2012. Baru menjalani sesi latihan terbuka di Stadion Miejski, Krakow, Polandia, Kamis (7/6), anggota Timnas Belanda diejek oleh sejumlah penonton yang merupakan suporter Wisla Krakow.

Hinaan dan bunyi-bunyian menirukan suara monyet sengaja diperdengarkan untuk melecehkan beberapa pemain Belanda yang berkulit hitam. Mereka yang menjadi sasaran diantaranya Nigel de Jong dan Gregory van der Wiel.

"Ini adalah tindakan yang sangat buruk yang kami dapat terutama setelah kami kembali dari kamp konsentrasi NAZI di Auschwitz (Rabu, 6 Juni)," kata Kapten Belanda, Mark Van Bommel. "Kami akan melaporkannya ke UEFA dan jika memang ini terjadi saat pertandingan, kami akan bicara pada wasit dan kami akan keluar (menolak bertanding)."


UEFA mengklaim kalau mereka telah bicara dengan sejumlah pemain Belanda dan diberitahu bahwa apa yang dilakukan fans tak ada kaitan dengan rasisme. Fans sebenarnya hanya protes karena kotanya tak menjadi salah satu tuan rumah pertandingan. Bahkan seorang jurnalis Belanda mengaku tak mendengar ejekan apapun.

Menanggapi hal itu, Van Bommel bersikeras kalau ia dan tim mendengar ejekan menirukan suara monyet itu. "Anda harus membuka telinga anda. Jika anda mendengar dan bilang tidak mendengarnya maka itu lebih buruk lagi," tegas mantan gelandang Barcelona itu.

Van Bommel bukan pemain pertama yang khawatir dan marah dengan ancaman rasisme di Piala Eropa. Sebelumnya, Mario Balotelli mengaku ingin membunuh jika memang ada fans yang coba-coba melempar pisang padanya. Pemain Timnas Italia itu juga berjanji akan menolak bermain jika memang diperlakukan secara rasis.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!