PSSI Dikritik Gara-Gara Indonesia Gagal ke Final Piala Asia U-22
SerbaSerbi

Asisten Pelatih Liestiadi mengungkapkan kalau PSSI seharusnya lebih peduli dalam membina generasi muda Timnas Indonesia.

WowKeren - Kisruh sepak bola nasional yang tak kunjung usai dianggap sebagai salah satu pemicu gagalnya Indonesia untuk lanjut ke final Piala Asia U-22, tahun depan. Menurut asisten pelatih Timnas U-22, Liestiadi, PSSI seharusnya membenahi sistem sehingga para pemain punya kesempatan sama rata untuk membela Timnas Indonesia.

"Karena itu, PSSI harus peduli terhadap pembinaan usia muda dan kompetisi dengan baik," kata Liestiadi, Kamis (12/7). "Mereka harus membangun tim junior lebih bagus ke depan nanti."

Masukan tersebut diungkapkan setelah Indonesia dibantai Jepang, 5-1, di Pra Piala Asia U-22. Indonesia kurang bisa maksimal karena sebelumnya Timnas U-22 terkendala masalah persiapan. Para pemain muda ISL seperti Septia Hadi, Andritany Ardhiyasa dan Rudi Setiawan yang sudah bergabung tiba-tiba ditarik kembali oleh klub masing-masing.


PSSI sendiri masih terus berekonsiliasi dengan KPSI dan klub-klub ISL lewat pembentukan Komite Gabungan. Agar bisa maksimal, AFC bahkan mengawasi langsung penyusunan tugas-tugas komite tersebut.

"Dalam pertemuan itu dipertegas mengenai kewenangan JC, bahwa berbagai kegiatan yang dilakukan oleh PSSI harus melalui persetujuan dan sepengetahuan JC yang mengacu kepada lima agenda penting yang ada di dalam MoU yang ditandatangani di Kuala Lumpur," ujar anggota Komite Gabungan (Joint Comittee), Djamal Aziz. "Di antara butir poinnya adalah meminta Djohar Arifin tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang mencederai apa yang diputuskan dalam pertemuan Joint Committee yang sudah dan sedang berlangsung seperti pelantikan pengurus daerah."

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait