Pelatih Richard Mainaky terpukul menyaksikan Tontowi yang sulit mengatasi tekanan karena untuk pertama kalinya bulutangkis Indonesia tak menyumbang satupun medali di Olimpiade.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 04 Agustus 2012 - 08:53 WIB
WowKeren - Untuk pertama kalinya, bulutangkis Indonesia gagal menyabet satupun medali sejak cabang olahraga tersebut dipertandingkan di Olimpiade 1992. Tontowi Ahmad dan Lilyana Natsir yang menjadi harapan terakhir ternyata juga gagal menyumbang medali di Olimpiade 2012 usai ditaklukkan pasangan Denmark, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen, 12-21, 12-21, Jumat (3/8) sore.
Pelatih ganda campuran Richard Mainaky merasa syok namun bukan karena Owi-Butet kalah melawan Joachim-Christinna. Richard sedih terutama pada Owi yang tampak tertekan berat saat perebutan medali perunggu tersebut.
"Bukan soal kekalahannya, tetapi saya sedih melihat Tontowi yang tidak bisa keluar dari tekanan," ujar Richard yang sempat menangis setelah menyaksikan pertandingan. "Saya perhatikan Lilyana tidak ada masalah, tapi Tontowi yang tertekan sekali."
Begitu melihat gejala Owi yang bermain penuh tekanan, kakak kandung Rexy Mainaky tersebut sempat memberikan teguran. "Tadi saya sempat bilang kalau dia main begini, terlihat ketakutan, lebih baik tak usah main. Dari sini dia sempat bangkit dan leading, tapi kemudian kembali lagi di bawah tekanan," kata Richard.
Pihak Owi juga menyadari kekurangannya dalam mengatasi tekanan. Setelah sehari sebelumnya gagal mempertahankan tradisi medali emas, Owi mengaku sulit melakoni laga terakhirnya.
"Buat saya pribadi, tekanannya memang besar sekali. Apalagi, ini pertandingan terakhir dan bulutangkis belum menyumbangkan medali apapun," kata Owi. "Kekalahan kemarin (di semifinal) memang membuat kami sedikit down. Kami berusaha bangkit dan fokus, tapi malah underperformed dan banyak melakukan kesalahan, lawan banyak mendapatkan poin dengan mudah," ujar Lilyana menimpali.
Sejauh ini, Indonesia baru meraih 2 medali yakni 1 medali perunggu dan 1 medali perak yang disumbang oleh atlet angkat besi, Eko Yuli Irawan (perunggu) dan Triyatno (perak). Wakil Indonesia yang tersisa untuk Olimpiade 2012 yakni pelari Fernando Lumain (nomor 100 meter) dan Triyaningsih (nomor maraton putri) yang masing-masing akan bertanding Sabtu (4/8) dan Minggu (5/8).
(wk/)