Rhoma masih membantah melakukan SARA dan tak merasa sudah menyinggung Jokowi dan Ahok lewat ceramahnya.
- Tim WowKeren
- Selasa, 07 Agustus 2012 - 08:28 WIB
WowKeren - Setelah sempat menangis, Rhoma Irama bersikeras kalau dirinya tak bersalah terkait tudingan melecehkan cagub cawagub DKI Jakarta, Jokowi dan Ahok. Menurutnya, ceramah yang ia lakukan bulan lalu itu atas dasar kepentingan agama semata dan tidak berbau SARA.
"Saya tidak perlu meminta maaf kepada kelompok Jokowi dan Ahok, karena kita enggak ada salah sama beliau-beliau. Menurut saya, ini sebuah dakwah yang harus disampaikan, bukan dalam rangka kampanye. Saya juga menyatakannya dalam masjid," tegas pedangdut berusia 65 tahun ini saat di gedung Panwaslu, Jl. Suryopranoto, Jakarta Pusat, Senin (6/8). "Saya sangat menghormati Jokowi dan Ahok. Saya menghargai dia dalam konteks berbangsa. Tapi untuk memilih pemimpin, maaf, saya harus menyampaikan ini."
Ayah Ridho Rhoma ini berharap tak ada benturan antara umat muslim dan non muslim. Karena itu, ia menghimbau masyarakat agar memilih pemimpin yang seiman.
"Kita dan umat selalu diperintahkan menghormati agama apapun," lanjutnya. "Tapi Allah tegas melarang memilih pemimpin yang tidak seiman."
Tuduhan kasus SARA dilayangkan pada Rhoma setelah ia berceramah di Masjid Al Isra, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Minggu (29/7). Ia dinilai melakukan kampanye terselubung dengan meminta audience untuk tidak memilih pemimpin yang tak seiman.
Panwaslu DKI sejauh ini belum menetapkan status Rhoma. Juga belum bisa membuktikan apakah ceramah pelantun "Mira Santika" itu benar-benar melanggar SARA.
"Kami masih harus mengumpulkan bukti-bukti tambahan berupa keterangan dari berbagai pihak terkait," kata Ketua Panwaslu DKI Ramdansyah. "Panwaslu juga belum dapat menyimpulkan apakah ceramahnya terbukti melanggar atau tidak."
(wk/)