Menurut penyelenggara ISL, Joko Driyono, penggabungan kompetisi ini cukup rentan disusupi isu maupun konflik internal yang bisa menghambat proses penyelesaian.
- Tim WowKeren
- Jumat, 05 Oktober 2012 - 08:39 WIB
WowKeren - Pertemuan Joint Comittee yang juga mengundang PT Liga Indonesia (penyelenggara ISL) dan PT Liga Prima Indonesia Sportindo (PT LPIS) telah digelar kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Kamis (4/10). CEO PT LI, Joko Driyono, memaparkan bahwa keputusan penyatuan liga nasional tak bisa langsung ditetapkan hanya dalam sekali rapat.
Diakui Joko, ia dan semua pihak terkait menganggap proses penyatuan liga ini sebagai tantangan terbesar. "Makanya kita tidak ingin kehilangan momen dengan waktu yang pendek ini (target sisa waktu sampai akhir tahun)," tegasnya.
"Karena rentan distorsi, kita tidak boleh terjebak isu-isu jangka pendek yang punya potensi menghambat formulasi penggabungan kompetisi," lanjut Joko. "Kami hadir ke sini (kantor PSSI) tidak hanya sebatas PT LPIS-PT LI, melainkan sebagai JC."
Sementara itu, Sekjen PSSI, Halim Mahfudz, memaparkan kalau pertemuan pembahasan penyatuan liga ini akan digelar setiap minggunya. Yang dibahas meliputi profil kompetisi ke depan, mempelajari masing-masing konsep yang disodorkan PT LPIS dan PT LI. Selain itu, juga melihat prestasi kedua kompetisi (IPL dan ISL) serta meninjau standar klub kedua pihak melalui kertas kerja.
"Setiap minggunya diwajibkan ada pertemuan dua belah pihak untuk menyusun manual kompetisi yang disampaikan dalam rapat JC sebelumnya. Mengenai detilnya, tidak bisa kami umumkan karena belum final dan masih dibahas. Kami terus membahas upaya penyatuan dan pengharmonisasian kompetisi di bawah semangat MoU JC," sahut Halim. "Kini, masih diidentifikasi karena masing-masing pihak masih memiliki konsen yang sama soal penyatuan kompetisi baru pada 2014. Nantinya, akan menuju pada satu kompetisi."
(wk/)