Kepala Teknik Red Bull, Adrian Newey, mengibaratkan kerusakan alternator pada mesin mobil ibarat 'bom' yang sewaktu-waktu bisa menghancurkan peluang Vettel menyabet gelar juara dunia tahun ini.
- Tim WowKeren
- Selasa, 20 November 2012 - 11:10 WIB
WowKeren - Tim Red Bull menghadapi ancaman "bom waktu" yang mungkin bisa menggagalkan peluang Sebastian Vettel untuk meraih gelar juara dunia F1 2012. Kekhawatiran itu menyusul setelah rekan Vettel, Mark Webber, mengalami masalah mesin di GP Amerika Serikat, Sirkuit Austin, Texas, Minggu (18/11).
Webber menghadapi kerusakan alternator (alat yang mengubah energi mekanis menjadi energi listrik). Dan masalah tersebut sudah dialami untuk ketiga kalinya dalam musim ini dimana mesin mobil Vettel bermasalah sebanyak 2 kali dan 1 kali untuk Webber. Tim Red Bull sampai saat ini memang menggunakan alternator dari Renault yang versinya lebih lama dibanding milik tim-tim lainnya.
"Mestinya amat mudah untuk menemukan masalahnya dan kami seharusnya mempersiapkan diri," kata Vettel. "Ketahanan sebuah produk adalah fokus utama. Sayangnya ini kerusakan alternator ketiga kalinya di tahun ini dan hal itu seperti sebuah 'bom waktu' kata Kepala Teknik Red Bull, Adrian Newey.
Ditambahkan oleh Newey, pihaknya merasa khawatir karena Renault juga belum memberikan solusi. "Mobil sangat rumit dan Renault belum menemukan solusi yang tepat sehingga hal itu terus membuat kami khawatir," sahut Newey.
Meski begitu, Direktur Red Bull, Christian Horner, bersikap lebih optimis. Horner yakin masalah tersebut bisa teratasi saat kejuaraan terakhir di Sirkuit Interlagos, Brazil, 25 November.
"Sayangnya itu merupakan masalah alternator ketiga yang kami alami dan juga dialami mobil-mobil lain," ujar Horner. "Tapi versi yang baru sudah digunakan di siklus mesin lain dan semoga itulah yang kami gunakan di Brazil."
(wk/)