La Nyalla tak ingin KPSI dibubarkan dan akan terus melawan PSSI Djohar Arifin yang dinilainya melanggar statuta.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 15 Desember 2012 - 08:32 WIB
WowKeren - Ketua PSSI versi KPSI, La Nyalla Mattalitti, memastikan akan terus mengobarkan genderang perang pada PSSI. Padahal, FIFA sudah berbaik hati untuk tidak menghukum Indonesia ataupun PSSI terkait kisruh dualisme kompetisi. Induk Organisasi Sepak Bola Internasional itu bahkan memberikan tambahan tenggat waktu agar PSSI bisa menyelesaikan masalah sepak bola Tanah Air.
Berdasarkan keputusan rapat Exco FIFA di Tokyo, Jepang, Jumat (14/12), PSSI diberi deadline hingga 30 Maret 2013. Sedangkan penyelesaian dualisme organisasi sepak bola di Indonesia diserahkan pada AFC.
Namun sepertinya PSSI bakal kesulitan menyelesaikan masalah karena La Nyalla tak ingin KPSI dibubarkan. Ia ingin menegakkan kebenaran meski nyawa taruhannya.
"Sampai kebenaran ditegakkan. Harus! Saya tak akan mundur satu langkah pun. Karena ini prinsip kita hidup," tegas mantan Exco PSSI itu saat di Kantor KONI Jatim, Surabaya, Jumat (14/12). "Kalau ada orang yang punya prinsip mau bohongin orang terus, silahkan. Saya nggak mau begitu. Saya akan terus melawan karena kebenaran harus ditegakkan. Sampai saya dibunuh pun saya tidak akan takut atau mundur!"
Kemarahan La Nyalla bermula karena Ketua Umum Djohar Arifin beserta pengurus telah melanggar statuta PSSI. Yang membuatnya kian gusar dan memutuskan melawan PSSI terutama karena pemecatan sepihak Alfred Riedl yang dulunya menjabat sebagai pelatih Timnas Indonesia.
"Pemecatan Riedl itu sebenarnya karena mereka nggak bisa bayar Wim (Riejsbergen) yang sudah dikontrak dua tahun di PSM Makassar," ujar La Nyalla. "Wim ditarik ke Timnas biar PSSI yang bayar. Saya waktu itu masih Exco dan belum sadar kalau mereka mulai bohong."
Karena dianggap membangkang, La Nyalla akhirnya dipecat. Ia kemudian bersama rekan mantan Exco mendirikan KPSI dan menggelar Kongres Luar Biasa di Ancol untuk membentuk organisasi PSSI tandingan.
(wk/)