Kevin Systrom meminta maaf telah memakai tata bahasa yang ambigu di dalam policy sehingga mengesankan mereka akan menjual foto pengguna.
- Tim WowKeren
- Rabu, 19 Desember 2012 - 09:29 WIB
WowKeren - Instagram langsung banjir kritikan saat kebijakan baru mereka terhadap data pengguna terungkap ke publik. Mereka berencana untuk menjual berbagai data pengguna , termasuk foto, pada pihak ketiga. Kini CEO Instagram buka suara meluruskan kontroversi tersebut.
Kevin Systrom menjelaskan bahwa perusahaannya tidak berniat menjual foto pengguna. Kontroversi ini terjadi karena adanya kesalahpahaman pemaknaan bahasa. Instagram meminta maaf telah membuat bahasa yang ambigu dan berjanji akan segera memperbaikinya.
"Kami mengupdate persyaratan dengan maksud memberitahukan tentang iklan namun malah diinterpretasikan sebagai menjual foto tanpa kompensasi," tulis Kevin dalam blog resmi Instagram. "Itu tidak benar dan memang kesalahan kami membuat bahasa membingungkan. Yang jelas kami tidak berniat menjual foto-foto Anda."
"Bahasa yang kami gunakan membuat pengguna bertanya-tanya apakah foto mereka akan dipakai di dalam iklan. Kami tidak memiliki rencana untuk hal seperti itu," lanjut Kevin. "Karena itu kami akan menghapus bahasa yang jadi sumber masalah dan memperbaikinya."
Perusahaan yang dibeli Facebook ini juga menegaskan tetap menghargai hak cipta foto pengguna. Mereka memastikan tidak akan ada perubahan soal share foto, termasuk setting privacy akun. "Kami menghargai bahwa foto Anda adalah milik Anda. Selamanya."
Sebelumnya, pengguna menemukan perubahan policy dalam Instagram yang langsung menuai kritikan tajam. Banyak organisasi, fotografer dan juga hacker Anonymous ikut mengambil sikap dengan mengajak netizen memboikot Instagram. Para netizen mengancam akan meninggalkan Instagram jika persyaratan tersebut tetap diberlakukan.
(wk/)