PSSI Berkelit Dituding Utang Uang Sewa Stadion GBK
SerbaSerbi

Penanggung Jawab Timnas PSSI, Bernhard Limbong, menegaskan timnas tak berlatih di Stadion Utama Gelora Bung Karno yang harga sewanya belasan juta rupiah per hari.

WowKeren - PSSI yang dipimpin Ketua Umum Djohar Arifin masih terkendala masalah finansial. Meski begitu, Penanggung Jawab Timnas PSSI, Bernhard Limbong, membantah tegas tentang tudingan berhutang uang sewa lapangan lebih dari Rp 100 juta pada pengelola Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

"Tentu kalau lapangan SUGBK diutang, yang harus ditagih adalah orang yang berjanji. Yang jelas, sebagai Penanggung Jawab Timnas, saya tidak tahu. Setahu saya, timnas memakai lapangan C," sahut Limbong di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Kamis (10/1). "Saya tak perlu menyalahkan siapa. Yang jelas tidak ada permintaan dari PSSI. Jadi, PSSI tidak ada urusan. Namun, memang kalau sudah mentok, mau tidak mau kami bisa saja turun tangan. Nanti kita lihat saja."

PSSI dirumorkan telah berhutang untuk sewa stadion sejak pertengahan Oktober hingga November 2012 untuk persiapan timnas Indonesia jelang Piala AFF. Kepala Unit I SUGBK, Tubani, mengungkap kalau PSSI dikenakan biaya Rp 5,5 juta untuk satu kali pemakaian lapangan SUGBK. Jika menyewa untuk dua kali latihan pagi dan sore, PSSI wajib membayar sebesar Rp 11 juta.


Selain masalah finansial, konflik PSSI dan KPSI juga masih belum selesai. Dalam pertemuan dengan AFC dan KOI, PSSI diminta bersikap lebih tegas menghadapi klub-klub ISL yang menentang bergabungnya pemain ke timnas.

"Dari laporan yang kami sampaikan, delegasi AFC menerima dengan baik. Karena itulah Zhang (Jilong, acting Presiden AFC) langsung meminta kami untuk menggunakan power dalam menyelesaikan masalah," tegas Djohar. "Semuanya harus berada di bawah payung hukum PSSI. Ini memang sesuai dengan perintah FIFA agar tidak ada kompetisi di luar kontrol federasi."

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait