Pistorius kini harus mendekam di penjara akibat kasus pembunuhan kekasih, kehilangan sponsor, mundur dari kompetisi dan juga dituduh memakai obat steroid.
- Tim WowKeren
- Selasa, 19 Februari 2013 - 11:19 WIB
WowKeren - Karir pelari paralimpiade, Oscar Pistorius, benar-benar hancur akibat kasus pembunuhan sang kekasih, Reeva Steenkamp. Selain ditemukan obat steroid di rumahnya, pelari berkebangsaan Afrika Selatan itu kehilangan sponsor yakni Nike dan Oakley.
Nike langsung menarik iklan internet yang memunculkan sosok Pistorius dengan tagline "I am the bullet in the chamber". Nike juga menegaskan pihaknya tak punya rencana untuk kembali memakai pelari berjuluk Blade Runner itu sebagai bintang iklan.
Sama seperti Nike, Oakley juga memutus kontrak dengan sprinter berusia 26 tahun tersebut. Meski begitu, Oakley tetap bersimpati pada tragedi yang dialami oleh Pistorius. "Kami bersimpati pada pihak keluarga di masa yang suli ini dan kami akan mengikuti perkembangan kasus tragis ini," kata juru bicara Oakley, Cheri Quigley, Senin (18/2).
Selain kehilangan sponsor, jadwal kompetisi bulan Mei yang akan diikuti Pistorius juga dibatalkan. "Saya memutuskan, terkait tragedi ini, bahwa kita tidak memiliki pilihan lain selain membatalkan semua rencana balapan Oscar Pistorius," kata agennya, Peet van Zyl.
Sementara itu, polisi masih menyelidiki kepemilikan obat steroid terlarang yang ditemukan di laci kamar tidur peraih medali emas Paralimpiade London 2012 ini. Diduga penggunaan steroid yang memicu Pistorius bersikap labil dan menembak Steenkamp hingga empat kali dengan pistol 9-milimeter atas namanya.
"Obat-obatan tersebut dan jarum suntik ditemukan tak lama setelah rumah tersebut disegel," sahut polisi senior Afrika Selatan pada The Sun. "Obat itu ditemukan saat para penyidik di lokasi kejahatan tengah memeriksa kamar yang terkait kejahatan ini."
Peristiwa penembakan tersebut terjadi tepat di rumahnya di Pretoria, Valentine 14 Februari lalu. Menurut keterangan para tetangga, sempat terdengar suara pertengkaran sebelum penembakan. Saat persidangan, pelari tanpa kaki pertama yang ikut dalam Olimpiade 2012 itu terlihat syok dan sempat menangis.
(wk/)