Thorsten Heins tidak akan membuat BlackBerry 10 di kisaran harga USD 50-60 karena itu bukan kelas mereka.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 09 Maret 2013 - 09:43 WIB
WowKeren - BlackBerry 10 begitu ditunggu-tunggu oleh para penggemarnya terutama di kawasan Asia. Dengan pangsa pasar menengah ke bawah yang besar BlackBerry dapat memanfaatkan celah yang ada. Namun CEO BlackBerry mengaku tak minat menggarap level bawah untuk BlackBerry 10.
Perusahaan asal Kanada ini mengaku menyiapkan perangkat dengan harga murah untuk pasar India. Meski begitu mereka tidak ada rencana untuk bersaing di pasar kelas bawah yang membanderol dengan harga USD 50-60 (kisaran Rp 600-800 ribuan). Di pasar BlackBerry, seperti India dan Indonesia, mereka dibayangi persaingan dengan Huawei dan ZTE.
"Kalian tidak akan melihat kami masuk pasar ponsel level USD 50-60," ucap Thorsten Heins pada Bloomberg di konferensi di Waterloo, Ontario. "Itu bukan BlackBerry."
"Kalian akan melihat produk baru diluncurkan tahun ini yang berdasarkan BlackBerry 10, semua dengan kemampuan LTE," lanjut Thorsten. "Masih akan ada banyak lagi perangkat dengan harga yang sesuai orang-orang butuhkan."
BlackBerry Z10 tanpa subsidi dijual di India seharga USD 800 (Rp 8 jutaan). Sedangkan operator di Indonesia mem-bundling dengan kisaran harga Rp 7 jutaan. Sementara itu untuk BlackBerry Q10 dengan papan ketik QWERTY belum diketahui akan dihargai berapa namun diduga masih terbilang cukup mahal.
Sebelumnya para analis menyarankan BlackBerry membesut BlackBerry 10 murah untuk merebut pasar di Indonesia dan India yang masih dominan. Di Indonesia sendiri BlackBerry harga murah yang paling laris terjual. Sedangkan kehadiran BlackBerry 10 yang dibanderol Rp 7 juta dirasa tidak bisa memaksimalkan keuntungan bagi BlackBerry yang telah kalah di pasar Eropa.
(wk/)