Ario Bayu Bangga Bisa Akting Bareng Aktor Hollywood di 'Java Heat'
- Tim WowKeren
- Kamis, 11 April 2013 - 08:35 WIB
WowKeren - Aktor yang sejak kecil tinggal di New Zealand, Ario Bayu, mengaku bahwa dirinya merasa bangga bisa bermain di film Hollywood bersama dengan sejumlah artis-artis ternama. Bisa beradu acting dengan 2 aktor kawakan Hollywood, Kellan Lutz dan Mickey Rourke, di "Java Heat" tentunya menjadi sebuah kebanggaan tersendiri buat Ario.
"Yang jelas saya seneng banget begitu saya ditawari untuk bisa main di film berskala internasional. Apalagi film ini yang buat adalah produser dan sutradara yang langsung datang dari Amerika," bangga Ario. "Dan di film ini saya tidak hanya bermain dengan artis-artis local yang sudah terkenal akan tetapi saya juga bisa bermain dengan actor Hollywood seperti Kellan Lutz dan Mickey Rourke."
Berperan sebagai Letnan Hashim di film "Java Heat" yang di sutradarai dan di produseri oleh Conor Allyn dan Rob Allyn ini diakui actor kelahiran Jakarta 28 tahun silam ini tidaklah mudah. Karena ia harus bisa menyesuaikan ritme serta cara kerja 2 aktor Hollywood yang ikut bermain di Yogjakarta selama 45 hari.
"Ini kali pertama saya dan beberapa pemain local seperti Atiqah Hasiholan, Rio Dewanto, bermain dalam satu lokasi syuting yang sama dengan actor Hollywood sekelas Kellan Lutz dan Mickey Rourke," ungkap Ario Bayu saat ditemui di Premier film Java Heat di Jakarta Selatan, Rabu (10/4). "Pastinya pola kerja mereka sebagai aktor Hollywood beda dengan artis-artis kita disini. Dan karena itu mulai dari hari pertama syuting di lokasi, saya dan semua pemain berusaha bekerja menyesuaikan ritme kerja mereka sebagai aktor-aktor Hollywood."
Lebih lanjut kekasih Hanna Al Rasyid ini menceritakan walaupun film Java Heat ini merupakan film fiksi tapi tetap mengangkat budaya Jawa Tengah. Banyak keindahan budaya Yogyakarta ditampilkan di film "Java Heat" ini. Tak hanya itu saja, para kru filmnya pun semuanya orang Indonesia.
"Walaupun film ini film fiksi tapi semua keindahan budaya Jogja dan wisatanya benar-benar diangkat di film ini," pungkasnya. "Kalau biasanya ada film asing yang bikin film disini semua krunya sudah pasti orang asing semua, di film ini enggak. Semua krunya orang kita dan hanya sekitar dua puluh kru Amerika yang didatangkan. Perlu dicatat film ini akan beredar di empat puluh empat negara setelah Amerika dan Indonesia."
(wk/)