Georgi Readman trauma keracunan makanan saat kecil sehingga sejak itu hanya makan mi instan yang diyakininya tak meracuni.
- Tim WowKeren
- Kamis, 11 April 2013 - 11:45 WIB
WowKeren - Biasanya orang hanya makan mi instan di saat-saat mendesak dan memang tak baik untuk kesehatan jika sering mengkonsumsinya. Namun Georgi Readman malah mengkonsumsi mi instan sebagai makanan pokoknya. Hal itu dikarenakan ia menderita Selective Eating Disorder.
Georgi pernah keracunan makanan pada usia 8 tahun yang menyebabkan trauma takut terhadap makanan. Sejak saat itu ia mulai mengkonsumsi mi instan secara kontinyu karena yakin itu tak akan membuatnya keracunan seperti dulu. Gadis asal Inggris itu akan panik, berkeringat dan susah bernafas ketika menelan sayuran atau buah.
Sesekali Georgi juga menyantap kentang dan sedikit ayam namun 2 bungkus mie lebih mengenyangkan baginya. Bahkan merk mi instan yang dikonsumsi remaja berusia 18 tahun itu hanya satu merk. Ketertarikannya dengan mi instan berawal dari usia 5 tahun ketika melihat abangnya, Jason, makan dengan lahap.
Pola makan tak sehat itu membuat Georgi memiliki kesehatan setara dengan wanita berumur 80 tahun karena kekurangan gizi. Bahkan dokter sempat mengira mahasiswa profesi tata rambut ini menderita leukimia. Kini ia dirujuk melakukan terapi untuk sembuh karena dirinya sendiri juga ingin bisa makan dengan normal.
"Aku tidak bisa keluar dan makan malam bareng teman-teman karena aku tidak ingin berteriak di depan mereka jika ada sayuran di piring," ungkap Georgi. "Aku lelah seperti ini setiap hari dan impianku adalah makan makanan sehat dan menambah berat badan."
Selective Eating Disorder adalah gangguan yang menyebabkan seseorang menjadi sangat pemilih terhadap makanan. Di beberapa kasus seseorang akan makan 10 jenis makanan yang sama, namun jika parah seperti yang dialami Georgi ini. Penderitanya biasanya hanya makan junk food dan kekurangan vitamin, kalsium, zat besi dan imun rendah.
(wk/)