Direktur Liga Primer Inggris Richard Scudamore tak setuju jika jadwal Piala Dunia 2022 dipindah ke musim dingin dan meminta FIFA mencari negara baru.
- Tim WowKeren
- Jumat, 16 Agustus 2013 - 15:33 WIB
WowKeren - Terpilihnya Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 rupanya menimbulkan polemik. Cuaca yang sangat panas di negara tersebut dinilai bisa membahayakan para pemain. Tak tanggung-tanggung, di musim panas temperatur udara Qatar bisa mencapai 50 derajar celcius.
Karena itulah, FIFA bermaksud memindahkan jadwal pertandingan Piala Dunia 2022 ke musim dingin. Presiden FIFA Sepp Blatter mengungkapkan jadwal pertandingan tersebut mungkin akan dipindah pada November dan Desember atau Januari dan Februari. Namun pemindahan jadwal ini ternyata malah mengundang protes.
Sejumlah negara, termasuk Inggris, berpendapat pemindahan itu bisa mengacaukan jadwal kompetisi dalam negeri di setiap negara. Direktur Liga Primer Inggris Richard Scudamore menyarankan seharusnya FIFA mencari negara baru yang sanggup menyelenggarakan Piala Dunia sesuai jadwal biasanya.
"Pandangan kami adalah kalau memang tak bisa menggelar Piala Dunia di musim panas, FIFA mestinya mencari lokasi baru," ujar Richard. ""FIFA tak bisa tiba-tiba memindahkan jadwal penyelenggaraan ke musim dingin."
"Hampir tidak mungkin menggelar Piala Dunia pada Januari dan Februari," tambahnya. "FIFA tak bisa langsung memutuskan bahwa jadwal Piala Dunia akan diubah. Mereka harus melakukan konsultasi karena perubahan jadwal akan berdampak sangat besar terhadap kompetisi domestik di berbagai negara."
(wk/)