Sehari setelah rilis iPhone 5S dan iPhone 5C saham Apple anjlok 5,4 persen menjadi yang terparah sejak 18 April lalu.
- Tim WowKeren
- Kamis, 12 September 2013 - 11:58 WIB
WowKeren - Apple biasanya langsung melejit di bursa saham saat merilis produk baru, namun kini yang terjadi malah sebaliknya. Saham Apple tumbang setelah mengumumkan iPhone 5S dan iPhone 5C.
Pada penutupan perdagangan sehari setelah perilisan yaitu Rabu (11/9), saham Apple anjlok 5,4 persen ke level USD 467,71 (Rp 4,6 juta) per lembar. Turunnya harga saham juga terjadi saat perilisan namun hanya sebesar 2,3 persen. Perdagangan dua hari ini merupakan yang terparah dialami Apple sejak 18 April lalu.
Anjloknya saham Apple dipicu oleh kekecewaan para analis dan investor atas iPhone 5S dan iPhone 5C. Mereka memandang iPhone 5S tidak cukup banyak menawarkan hal baru dan "mudah ditebak" oleh pasar. Kehadiran iPhone 5C juga tak membantu karena sama mengecewakannya.
iPhone 5C membuat pasar terkejut karena harganya dibanderol terlalu mahal untuk ukuran smartphone yang diklaim murah. Untuk versi unlocked dihargai USD 549 (Rp 6 juta) padahal analis memprediksi hanya akan sekitar USD 300 (Rp 3 jutaan). Hal itu dikhawatirkan menjadi bumerang untuk Apple karena menyasar pasar negara berkembang dan China untuk menjual iPhone 5C.
Analis Bernstein Research, Toni Sacconaghi, menyebut tingginya harga iPhone 5C sebagai "melewatkan kesempatan emas". Sedangkan Mark Luschini, kepala investasi pasar dari Janney Montgomery Scott di Philadelphia, menyebut peluncuran yang kurang menggebrak menjadi biang kerok anjloknya saham Apple. "Pengumuman Apple itu kurang menggebrak jika melihat reputasi perusahaan yang selama ini selalu memberi kejutan dengan meluncurkan produk super hebat," ucapnya.
(wk/)