Sekretaris DPD FPI DKI Jakarta, Ustadz H. Novel, menilai pemugaran dengan bahan marmer justru melindungi makam Uje dari kerusakan.
- Tim WowKeren
- Kamis, 03 Oktober 2013 - 11:01 WIB
WowKeren - Disaat keluarga sudah mulai menerima jika memang makam marmer Ustadz Jeffry Al Buchori hendak dibongkar, FPI justru menyarankan sebaliknya. Sekretaris DPD FPI DKI Jakarta, Ustadz H. Novel Bamu'min, berharap makam Uje itu tidak dibongkar.
"Sebelum tahun 2007 bebas-bebas aja enggak ada masalah (bangun makam). Perda kan hanya baru-baru belakangan ini saja. Cuma kalau sekarang ada yang berziarah berlebihan, bisa aja tanah makam Uje diambilin," kata Ustadz Novel, Rabu (2/10). "Lama-lama seperti kuburan legok. Kan enggak semua masyarakat mengerti. Dikhawatirkan kuburan itu akan rusak."
Ustadz Novel justru menyarankan agar makam-makam lainnya diseragamkan saja seperti milik mendiang Uje. "Perda memberikan pengecualian. Makam yang sekarang ini enggak usah lah dibongkar lagi. Tapi yang lainnya disamain," lanjutnya.
Tak hanya soal makam, Ustadz Novel menilai Pipik tak punya hak menentang pemugaran makam. "Padahal yang lebih berhak atas makam itu Umi Tatu, dan keluarganya. Kecuali Abizar sudah besar, dan berhak ngurusin makam ayahnya. Secara hak, Pipik ini sangat lemah," lanjutnya.
(wk/)