Mou menegaskan kalau ia melompat ke arah penonton untuk berbagi kegembiraan dengan putranya dan bukan untuk mengejek tim lawan yakni Manchester City.
- Tim WowKeren
- Senin, 28 Oktober 2013 - 14:39 WIB
WowKeren - Pelatih Jose Mourinho meminta maaf karena membuat kehebohan setelah Chelsea menang 2-1 atas Manchester City dalam game Premier League bertajuk Super Sunday itu, 27 Oktober lalu. Ditegaskan pelatih Chelsea ini, aksinya ke arah penonton itu ia lakukan untuk mencari anaknya, Jose Mario Jr..
"Saya berharap mereka tidak salah paham saat saya melompat ke keramaian penonton. Pasalnya, ada anak saya di sana," ujar pelatih berjuluk The Happy One itu saat sesi jumpa pers. "Saya hanya ingin berbagi rasa dengan anak saya. Bukan wujud sikap tak respek, tapi sekadar emosi. Saya tak berlari ke pojok lapangan, hanya berlari ke sana."
Aksi itu tak luput dari pandangan pelatih The Citizen, Manuel Pellegrini. Nampaknya kekalahan City dan juga reaksi heboh Mou membuat Pellegrini enggan berjabat tangan.
"Jika mereka merasa saya telah berbuat salah, saya meminta maaf. Dia kalah pada menit terakhir dan saya memberi simpati atas itu," sahut Mourinho. "Akan tetapi, berdasar budaya negara lain, kita harus berjabat tangan setelah pertandingan. Jika dia sedih karena hasil pertandingan, saya memahami. Jika dia sedih karena saya berbuat salah, saya juga menerima."
Gol bagi Chelsa sendiri dimenangkan Andre Schurrle dan Fernando Torres. Sementara City sempat menyamakan kedudukan 1-1 lewat gol Sergio Aguero.
(wk/)