Jeremy menilai kerjasamanya dengan Rossi berakhir bukan karena pernyataan kalau ia meragukan kemampuan pembalap Yamaha itu.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 09 November 2013 - 12:04 WIB
WowKeren - Jumat (8/11), Valentino Rossi dan kepala mekanik Jeremy Burgess menggelar jumpa pers soal rencana perpisahan mereka di musim depan. Seorang wartawan sempat bertanya apakah Burgess "ditendang" terkait pernyataannya soal Rossi, pertengahan tahun ini.
Ketika itu, Burgess ditanya kemungkinan kalau pembalap Yamaha itu bisa menang lagi. Kepala mekanik yang pernah mendampingi Rossi merebut gelar juara dunia 7 kali itu langsung menjawab, "Dia tak akan menang lagi. Akan merupakan keajaiban jika ia bisa menang lagi. Saat Anda berusia lebih muda ada beberapa hal yang namanya keberanian atau nyali untuk mengambil resiko dan itu perlahan menghilang saat kita beranjak tua."
Namun Burgess membantah kalau ia dilepas karena menyinggung perasaan Rossi. "Kurasa yang aku maksud 'Tak akan menang lagi' itu adalah bagian dari kalimat 'Kita tak akan menang lagi kecuali mulai memenangkan balapan dan naik podium'. Itulah maksud perkataanku. Aku tak percaya kalau perpisahanku dan Rossi karena pernyataan itu. Kita memang harus menang balapan sebelum menang kejuaraan dunia," sahut Burgess.
Sejauh ini, ia bisa menerima keputusan Rossi. "Kurasa ini lebih baik ketimbang aku diberhentikan saat Minggu malam (sesudah kejuaraan) dan dia (Rossi) berkata, 'Benar, selamat tinggal. Ini sudah berakhir'. Aku lebih nyaman dengan situasi sekarang ini," tuturnya.
(wk/)