Katak Beracun Diubah Jadi Aksesoris Fashion Unik
Nasional

Monika Jarosz menggunakan katak tebu Australia yang diproses sebanyak 14 tahapan untuk menghasilkan aksesoris berkualitas tinggi.

WowKeren - Dunia fashion kembali menghadirkan koleksi yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Kali ini ada seorang desainer asal Polandia yang mengubah katak beracun menjadi berbagai aksesoris fashion nan trendi.

Ide tersebut bermula saat Monika Jarosz menerima hadiah boneka katak dari teman asal Selandia Baru. "Awalnya menjijikkan tapi lama-lama aku menyukainya," ucapnya. Monika akhirnya memilih menggunakan katak tebu yang berada di South Sea Island, Australia, sebagai item fashion.

Spesies ini termasuk katak beracun yang awalnya dibawa dari Hawaii pada 1935 untuk mengontrol perkembangbiakan kumbang sapi di Australia. Namun ternyata misi itu gagal dan katak mulai berkembang biak di luar kendali. Kini sudah ada 200 juta katak yang membuat tentara Australia kewalahan membasminya.


Semula Monika bingung bagaimana caranya memperoleh kulit katak sehingga ia menghubungi beberapa restoran yang menyediakan menu itu. Namun akhirnya ia memilih jenis katak tebu yang sedang berusaha dibasmi karena membahayakan spesies lokal. Kulit katak itu tidak dibuang tapi didaurulang.

Dengan bantuan ahli kulit dari Australia, Monika berhasil mengembangkan proses mengubah katak menjadi berbagai macam aksesori fashion yang mewah. Tiga tahun kemudian Monika merilis desain uniknya itu dengan merk "Kobja" yang menawarkan tas, dompet, sabuk dan tas dari kulit katak tebu.

Menurut website resmi Kobja, dibutuhkan lebih dari 14 tahapan untuk menghasilkan aksesoris berkualitas tinggi dari kulit katak. Pengawetan dilakukan di Australia kemudian kulit disamak, dikeringkan dan diwarnai di Perancis. Tak heran, harga yang dibanderolkan tidak murah dengan harga dompet mulai Rp 3 jutaan dan tas Rp 18 jutaan.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!