Presiden Real Madrid Kesal Dituduh Berhutang Biaya Transfer Gareth Bale
SerbaSerbi

Florentino Perez menyangkal tudingan menggunakan jasa bank Spanyol, Bankia, untuk meminta bantuan dana atas pembayaran nilai transfer Bale, 100 juta euro (Rp 1 triliun).

WowKeren - Presiden Real Madrid marah ketika Komisi Eropa melakukan penyelidikan terhadap bantuan negara secara ilegal pada 7 klub Liga Spanyol. Klub-klub itu yakni Real Madrid, Barcelona, Athletic Bilbao, Osasuna, Valencia, Hercules dan Elche.

Salah satu laporan disampaikan oleh anggota Parlemen Eropa asal Belanda Derk Jan Eppink pada September lalu. Ketika itu, Madrid dituduh menerima bantuan finansial dari bank Spanyol yang sudah dinyatakan bangkrut oleh pemerintah, Bankia, untuk membayar transfer Gareth Bale dengan nilai transfer 100 juta euro (sekitar Rp 1 triliun). Namun Perez segera membantah hal itu.

"Kami sama sekali tidak bekerja sama dengan badan finansial manapun," sahut Perez. "Bankia tidak membiayai transfer Gareth Bale. Kami tidak berhutang. Kami melakukannya dengan sumber daya sendiri. Hal itu kami ungkapkan secara terbuka dan para pemegang saham kami memegang data itu."


Menurut Perez, keluhan tersebut dilakukan untuk mengintimidasi klub sepakbola di Spanyol. "Saya pikir terdapat kampanye menentang sepak bola Spanyol dan saya pikir itu adalah hal yang buruk. Citra sepakbola Spanyol dinodai secara serius. Itulah kenyataannya," tegas Perez.

Ia juga mengkritik penyelidikan terhadap transfer properti pada 2011 antara Real Madrid dan balai kota Madrid. Sebelumnya Komisi Eropa mengungkap kalau pertukaran tanah itu terlalu menguntungkan bagi Madrid. Perez menilai kalau tuduhan tersebut karena harga tanah yang kini melambung tinggi dari 595 ribu (Rp 9 miliar) euro di 1998 menjadi 22,7 juta euro (Rp 377 miliar).

"Sudah terdapat keluhan. Sudah dilakukan penyelidikan," keluh Perez. "Mereka telah berupaya menyakiti kami. Dan tidak ada apapun yang terjadi."

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!