Intelijen Australia bekerjasama dengan NSA untuk menyadap data pengguna ponsel Indonesia melalui operator Indosat dan Telkomsel.
- Tim WowKeren
- Senin, 17 Februari 2014 - 08:54 WIB
WowKeren - Kabar mengejutkan menghampiri para pengguna ponsel di Indonesia. Bagaimana tidak, ternyata data para pengguna telekomunikasi Indonesia telah dimatai-matai oleh Badan Intelijen Australia.
Koran New York Times baru-baru ini melaporkan soal bocoran dokumen rahasia Edward Snowden. Ia merupakan mantan pegawai NSA yang kini menjadi buronan. Menurutnya, Badan Intelijen Australia bekerja sama dengan Intelijen Amerika Serikat (NSA) untuk menyadap data pengguna Indonesia melalui operator telekomunikasi seperti Telkomsel dan Indosat.
Sebuah dokumen NSA 2012 menyebutkan bahwa Intelijen Australia telah mengakses data dari pengguna operator Indosat. Tak hanya itu saja, mereka juga menyadap berbagai data tentang pejabat Indonesia di Kementerian.
Sedangkan dokumen NSA yang terbaru menyatakan bahwa Intelijen Australia telah menyimpan 1,8 juta data terenkripsi pengguna Telkomsel. Hingga sejauh ini, penguna Telkomsel telah mencapai 212 juta atau sekitar 62 persen dari seluruh pengguna operator telekomunikasi di Indonesia.
Sementara itu, pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengaku belum bisa memastikan kebenaran berita ini. Namun jika memang benar terjadi maka pihak pelaku bisa dikenakan pelanggaran UU Telekomunikasi pasal 40 tentang penyadapan.
"Kami belum mengetahui informasi tersebut. Belum jelas juga siapa yang disadap," ungkap Gatot Dewa Broto selaku Kepala Pusat Informasi Humas Kemenkominfo. "Kalau menyadap semua nomor aktif yang digunakan, rasanya tidak mungkin."
(wk/)