Wasit Ahmad Suparman dinilai keliru memberikan hukuman pada Dominggus Fakdawer yang sempat melayangkan bogem mentah ke wajah Fernando Soler.
- Tim WowKeren
- Jumat, 21 Februari 2014 - 10:50 WIB
WowKeren - Insiden kekerasan sempat terjadi di laga Persipura-Persiba Balikpapan, Kamis (20/2). Dalam laga dengan skor akhir 1-0, Persipura bermain kasar.
Salah satunya ketika pemain Mutiara Hitam, Dominggus Fakdawer, melayangkan pukulan ke wajah Fernando Soler. Insiden bermula saat Soler jatuh di atas badan Fakdawer ketika berebut bola. Meski rekaman menunjukkan kalau Soler tidak melakukan tindakan provokatif, Fakdawer tetap tidak terima.
Sayangnya wasit Ahmad Suparman justru cenderung memberikan hukuman ringan yakni berupa kartu kuning ketika memimpin pertandingan di Stadion Mandala, Jayapura. Akibatnya, pria yang juga menjadi guru di SD Ciawi itu terancam dicabut dari Indonesia Super League dan degradasi ke divisi liga yang lebih rendah.
"Seharusnya kartu merah. Kalau begitu, sejak awal sudah begitu berarti ada indikasi dia tidak bisa memimpin secara baik," kata Komite Wasit, Roberto Rouw. "Kita akan meminta Liga Indonesia untuk mencabut dia dari ISL."
Saat pertandingan, Ahmad juga melewatkan beberapa pelanggaran seperti gerakan tendangan dari Andri Ibo dan gerakan tangan dari Dominggus Fakdawer. Komdis PSSI berjanji akan menyelidiki sejumlah pelanggaran tersebut.
Sementara itu, pelatih Persipura Jacksen F Tiago meminta maaf atas segala insiden yang terjadi. Salah satunya tentang dugaan Arifki Eka Putra melakukan handsball yang akhirnya membuat Persipura bisa menang lewat hadiah penalti Ian Louis Kabes.
"Saya akui bahwa coach Jaya Hartono (pelatih Persiba) kecewa dengan penalti yang diberikan kepada kami," tutur Jacksen. "Saya juga tidak tahu apakah itu pelanggaran atau tidak, namun saya akan melihat hasil rekamannya nanti. Untuk itu, sebelumnya saya minta maaf kepada semua manajemen Persiba dan tim Persiba atas hasil sore ini."
(wk/)