Anton Ferdinand dan pelatih West Ham, Sam Allardyce terpukul karena Dylan Tombides meninggal dalam usia yang masih muda.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 19 April 2014 - 12:08 WIB
WowKeren - Kabar meninggalnya pemain muda West Ham United, Dylan Tombides, Jumat (18/4) pagi karena kanker testis sontak membuat para staf pelatih dan pemain senior West Ham terpukul. Hal ini dirasakan oleh bek senior West Ham, Anton Ferdinand.
"My condolences to Dylan Tombides (Belasungkawaku untuk Dylan Tombides)," tulis Ferdinand dalam akun twitternya. "Family and friends (keluarga dan teman)."
Sementara pelatih West Ham, Sam Allardyce, menyatakan bahwa Tombides adalah sosok yang tegar. Menurutnya, Tombides sudah melawan penyakit ini dengan sekuat-kuatnya.
"Tidak ada yang melawan penyakit mengerikan itu sekeras anak ini," kata pelatih yang biasa dipanggil Big Sam itu. "Sepakbola adalah hidupnya, dan ia tidak melewatkan satu hari untuk berlatih meski ia dalam proses pengobatan. Saat ini, kita semua bersama keluarganya."
Tak cuma dari pihak klub. Senior Tombides di Timnas Australia, Tim Cahill, juga menyatakan belasungkawanya.
"Aku selalu bersyukur atas hidup dan aku akan berdoa untukmu," tulis Cahill dalam akun Twitternya. "Istirahat dalam damai saudaraku, Dylan Tombides."
Pihak klub sendiri mengkonfirmasi akan ada satu menit tepuk tangan untuk mengenang Tombides dalam laga melawan Crystal Palace, Sabtu (19/4). Semua pemain juga akan mengenakan ban hitam di lengannya.
(wk/)