Restoran 'Sandwich Me In' menggunakan prinsip 5R yaitu reducing, reusing, recycling, reject dan refuse untuk menekan jumlah limbah.
- Tim WowKeren
- Rabu, 30 April 2014 - 15:54 WIB
WowKeren - Sebuah restoran di Chicago, Amerika Serikat, hampir tidak pernah membuang sampah selama 2 tahun. Meski demikian bukan berarti restoran tersebut kotor berserakan sampah dimana-mana. Restoran ini ternyata memang menerapkan "zero waste restaurant" atau restoran tanpa sampah.
Sejak pertama kali dibuka 2 tahun lalu, restoran yang diberi nama "Sandwich Me In" ini memaksimalkan daur ulang barang bekas. Pemilik restoran, Justin Vrany, mengatakan kebanyakan sampah justru bukan dari restoran itu sendiri tetapi dari pengunjung yang datang membawa bungkus plastik dan benda lainnya.
Untuk mencapai tujuannya, Justin mengatakan hanya memanfaatkan perkebunan lokal sebagai pemasoknya. " Saya belanja melalui perkebunan lokal dan semua produk bahan makanan tidak dimasukkan dalam kemasan besar yang menyebabkan banyak sampah," kata Justin.
Justin menggunakan prinsip 5R yaitu reducing (mengurangi), reusing (menggunakan kembali), recycling (mendaur ulang), juga Reject dan Refuse (menolak). Untuk dua prinsip yang terakhir, digunakannya untuk barang yang menimbulkan limbah seperti kemasan yang berlebihan. Justin juga mengutarakan bahwa niatnya tersebut karena ingin menjadikan lingkungan yang lebih baik untuk keturunannya kelak.
Tetapi menjalankan restoran dengan konsep ini bukanlah hal yang mudah. Pada awal berdirinya restoran, Justin harus bekerja sendiri selama 6 bulan karena harus menekan produksi sampah dan menghemat biaya. Untuk membuat kaldu saja, lelaki berusia 36 tahun ini tidak mau memakai kaldu kemasan, tetapi memasaknya sendiri dengan sisa tulang-tulang ayam.
Karena tidak mengeluarkan biaya untuk mengelola sampah, Justin dapat menekan harga makanannya. Hal itulah yang membuat banyak pelanggan datang ke restorannya. Mengenai sisa-sisa makanannya, Justin mengatakan semua itu diberikan pada peternak untuk pakan ternak. Sedangkan sampah plastik dan kering diberikannya kepada seniman agar dibuat karya seni.
(wk/)