5 Aplikasi Android Ini dapat Menghemat Baterai
SerbaSerbi

5 aplikasi Android yang memudahkan pengguna menghemat baterai dan juga untuk menonaktifkan serta mengontrol aplikasi yang menguras baterai.

WowKeren - Pengguna smartphone mungkin sudah banyak mengeluh mengenai baterai yang mudah habis. Beberapa vendor menawarkan fitur untuk menghemat baterai seperti HTC dengan "extreme power mode" untuk tipe One M8, Samsung dengan "ultra power saving" untuk tipe Galaxy S5. Namun fitur tersebut belum bisa mengurangi jumlah pemakaian baterai saat smartphone digunakan, jadi belum bisa membuat pengguna gadget puas.

Beberapa aplikasi lain juga ditawarkan untuk mengurangi jumlah pemakaian baterai pada Android, namun tidak begitu memuaskan pula. Meski demikian terdapat 5 aplikasi Android yang diklaim sebagai favorit para pengguna gadget :

1. Juice Defender

Aplikasi ini dapat diunduh gratis dan dapat mengatur koneksi mobile data seperti Wi-Fi dan Bluetooth. Untuk pengaturan mode terdapat beberapa pilihan seperti "aggressive" atau "balanced". Aplikasi ini juga dapat mengatur sinkronisasi background, dan aplikasi lain mana yang membiarkan layar tetap menyala. Selain itu juga terdapat aplikasi Juice Defender dengan versi lain yang dapat diunduh dengan harga Rp 23 ribu (Plus) dan Rp 57 ribu (Ultimate).

2. Battery Defender

Aplikasi ini dapat diunduh secara gratis. Battery Defender memungkinkan pengguna untuk mengatur aktif atau tidaknya koneksi GPS, Wi-Fi, mobile data, dan Bluetooth. Namun aplikasi ini tidak tersedia untuk semua jenis smartphone Android, hanya untuk smartphone Android yang terkenal saja. Fitur dalam aplikasi ini juga dapat menyeimbangkan smartphone setiap 15 menit, dan menampilkan persentase jumlah baterai pada kolom notification.


3. Go Battery Saver and Power Widget

Aplikasi ini didesain oleh Go Dev Team. Aplikasi ini dapat mendeteksi aplikasi mana yang memakan lebih banyak baterai. Karena itu pengguna dapat lebih mudah menentukan aplikasi mana yang akan diaktifkan dan tidak. Dengan begitu, pengguna dapat menghemat baterai beberapa jam atau lebih dibanding sebelumnya.

4. Autorun Manager

Mungkin aplikasi ini merupakan aplikasi yang paling beresiko. Karena pada aplikasi ini, pengguna dapat menentukan aplikasi mana yang akan mulai berjalan ketika smartphone booting. Aplikasi ini terdapat 2 mode yaitu "basic" dan "advanced". Pada mode basic, aktifitas segala aplikasi akan berhenti ketika smartphone sedang booting. Tetapi beberapa saat kemudian aplikasi akan kembali berjalan lagi. Untuk mode advanced, pengguna lebih bisa mengontrol widgets dan seluruh sistem untuk diaktifkan atau tidak. Meski aplikasi ini dapat diunduh gratis namun juga tersedia versi pro dengan harga Rp 46 ribu.

5. Tasker

Selain berfungsi sebagai menghemat baterai dan menonaktifkan aplikasi yang menguras banyak baterai, aplikasi ini memudahkan pengguna untuk mengatur waktu untuk mengaktifkan atau menonaktifkan koneksi. Aplikasi ini juga mengatur waktu untuk aktifkan media, SMS, panggilan, dan fungsi Android yang lain. Aplikasi ini dapat diunduh dengan harga Rp 34 ribu.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!