Permainan Timnas U-19 tidak berkembang karena lawan berhasil mematikan pergerakan Evan Dimas dan memancing emosi pemain.
- Tim WowKeren
- Selasa, 06 Mei 2014 - 08:29 WIB
WowKeren - Timnas U-19 harus puas bermain imbang 1-1 melawan Myanmar U-19 dalam laga persahabatan, Senin (5/5) malam di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Hasil kurang memuaskan itu disebut pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri, sebagai pengalaman berharga buat skuad Garuda Jaya.
Menurut Indra, selama ini permainan anak asuhnya terlalu bertumpu kepada pergerakan Evan Dimas sebagai motor tim. Ketika Evan berhasil dimatikan, alur serangan pun macet.
"Ada intensitas dari lawan untuk mematikan pergerakan Evan," jelas Indra dalam konferensi pers usai pertandingan. "Parahnya, Zulfiandi juga sulit untuk berkembang."
Selain itu, strategi lawan yang berusaha memancing emosi para pemain juga dianggap Indra berjalan sukses. Akibatnya, konsentrasi anak asuhnya menjadi buyar.
"Kami juga memetik pengalaman lain dan ini pengalaman bagus," imbuh Indra. "Kami akui lawan memancing emosi kami dan anak-anak terpancing, akhirnya konsentrasi hilang serta permainan tak berkembang."
"Selasa (6/5) sore akan kami siapkan pemain yang turun di pertandingan kedua, Rabu (7/5) mendatang," tambahnya. "Hasil uji coba tidak terlalu penting, tapi bagaimana cara bermain."
Sementara itu, pelatih Myanmar, Gerd Friedrich Horst, mengakui bahwa ia menginstruksikan anak asuhnya untuk mengunci pergerakan Evan Dimas. Selain itu, ia menyebut kunci sukses timnya adalah lebih banyak bermain menyerang.
"Meski tidak menang, tetapi kami puas dengan permainan tim," kata Horst. "Kami juga sukses mematikan Evan dan Maldini Pali."
Dalam laga semalam, Timnas U-19 sempat unggul cepat ketika striker Muchlis Hadi menceploskan kulit bundar ke gawang Myanmar pada menit keempat. Namun hanya berselang empat menit, tim tamu mampu membalas melalui Yan Niang Oo.
Kunjungi Galeri Foto laga Timnas U-19 vs Myanmar U-19.
(wk/)