Keputusan Barcelona untuk mempercepat pembelian Neymar di awal musim ternyata membuat kondisi keuangan klub tidak stabil.
- Tim WowKeren
- Selasa, 06 Mei 2014 - 09:39 WIB
WowKeren - Pembelian Neymar dari Santos pada musim panas lalu, ternyata menyisakan lubang pada keuangan Barcelona. Menurut Wakil Presiden Barca, Carles Vilarrubi, saat ini keuangan timnya sedang dalam kondisi tak stabil.
Vilarrubi menyebutkan, pembelian Neymar dilakukan lebih cepat dari rencana semula untuk mencegah rival klasik, Real Madrid, memperoleh jasa pemain Timnas Brasil tersebut. Alhasil, klub Catalan harus rela merogoh kocek hingga 57 juta Euro (Rp 911 miliar), meski kemudian diketahui bahwa Barca menghabiskan dana tak kurang dari 87 juta Euro (Rp 1,3 triliun).
"Klub telah menandatangani perjanjian pra-kontrak dengan Neymar untuk bergabung pada 2014-2015," jelas Vilarrubi. "Namun, tekanan dari klub lain membuat kami merekrutnya lebih awal."
Hal tersebut yang lantas mengguncang kondisi keuangan Barca. "Namun, hal ini kemudian memengaruhi stabilitas finansial klub," tambah Vilarrubi.
Di musim perdananya bersama Barcelona, penampilan Neymar terbilang cukup lumayan. Meski sempat diragukan bisa tampil kompak bersama bintang Barca, Lionel Messi, di lini depan, ia masih sanggup menjaringkan 9 gol dan 8 assist dalam 25 penampilan di pentas La Liga.
Saat ini, Neymar juga masih berjuang membawa Barca merebut trofi La Liga setelah gagal di Liga Champions dan Copa del Rey. Barcelona masih duduk di peringkat dua klasemen dengan 85 angka, tertinggal tiga poin dari pemimpin tabel, Atletico Madrid.
(wk/)