Nintendo tetap akan merilis konsol baru tahun depan dan masih enggan membuat game untuk smartphone.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 10 Mei 2014 - 10:11 WIB
WowKeren - Meski mengalami kerugian, Nintendo tetap menolak membuat game untuk smartphone. Alasannya, menyediakan game untuk smartphone dinilai bukan cara yang tepat untuk target jangka panjang.
Nintendo bahkan berencana memperluas pasar di negara berkembang dengan penyediaan konsol baru pada tahun 2015. Perusahaan yang berbasis di Jepang itu ingin sepenuhnya mengembangkan mesin-mesin game baru daripada menjual versi murah dari perangkat yang ada, seperti Wii U. Mereka juga akan lebih memaksimalkan penjualan menggunakan karakter Mario Bross.
"Kami ingin membuat hal-hal baru, dengan pemikiran baru daripada versi murah yang sudah kami miliki saat ini," jelas Presiden Nintendo, Sakoru Iwata. "Produk dan keseimbangan harga juga harus dibuat sejak awal."
Iwata sepertinya ingin menghidupkan kembali Nintendo setelah Wii U gagal memenuhi target pemasaran karena kalah bersaing dengan PlayStation dan Xbox. Kegagalan Wii U berimbas pada kerugian Nintendo sebesar USD 329 juta (Rp 3,7 triliun).
Penyebab kegagalan lain adalah kecanggihan hardware smartphone yang membuat pengembang game berbondong-bondong memindah karyanya ke smartphone. Namun, Iwata menegaskan bahwa pihaknya tidak akan melakukan hal serupa. Kini, Nintendo akan mencoba jalan baru dengan menggarap produk khusus pasar negara berkembang.
"Pasar smartphone mungkin lebih kompetitif dibandingkan bisnis konsol," kata Iwata. "Tetapi, kami telah melakukan bisnis konsol selama 30 tahun, dan saya tidak berpikir kami akan mentransfer karya kami ke smartphone."
(wk/)