Tim Piala Thomas-Uber Indonesia diminta untuk berhati-hati dengan pendingin ruangan gedung pertandingan karena bisa berpengaruh buruk terhadap kondisi tubuh.
- Tim WowKeren
- Jumat, 16 Mei 2014 - 08:23 WIB
WowKeren - Selain mewaspadai suhu di India, manajer Tim Piala Thomas Indonesia, Christian Hadinata, juga mengingatkan para pemain untuk berhati-hati terhadap suhu pendingin ruangan. Pasalnya, perubahan cuaca yang ekstrem bisa berpengaruh buruk bagi kondisi tubuh.
Menurut Christian, sebenarnya para pemain sudah cukup berpengalaman menghadapi cuaca yang panas. Bukan hal baru juga bagi mereka bermain di bawah suhu udara yang dingin, seperti saat bertanding di Korea Selatan ketika musim salju.
Namun, kondisi saat itu berbeda dengan sekarang. "Saat itu, suhunya konstan. Beda dengan di India yang perubahannya sangat terasa," jelas Christian.
Karenanya, perubahan ekstrem suhu dari dalam ruangan ke luar ruangan atau sebaliknya, patut diwaspadai. Terutama, ketika berlatih atau bermain di dalam gedung.
"Para atlet justru harus waspada dengan perubahan suhu di dalam ruangan," lanjut Christian. "Di ruangan, AC-nya dingin sekali, dan saat keluar cuaca langsung terik."
"Perubahan drastis ini berpengaruh besar di tubuh kita," imbuhnya. "Jika tubuh tidak fit, bisa gampang sakit."
Staf pelatih juga sudah mengingatkan para pemain tentang hal ini. "Pelatih sempat menginstruksikan kami membawa jaket atau handuk tebal untuk dipakai di dalam gedung setelah latihan karena AC-nya kencang sekali," ujar pemain ganda Tim Piala Uber, Greysia Polii.
Saat ini, suhu udara di India bisa mencapai 38 hingga 41 derajat Celcius. Hal ini sebelumnya juga sempat diresahkan kapten Tim Piala Thomas, Hendra Setiawan.
(wk/)