Kondisi psikologis kiper PSAP, Agus Rohman, dinyatakan menurun setelah Akli Fairuz meninggal dunia usai bertabrakan dengan dirinya dalam laga di Divisi Utama.
- Tim WowKeren
- Selasa, 20 Mei 2014 - 16:37 WIB
WowKeren - Kasus meninggalnya striker Persiraja, Akli Fairuz, menyisakan trauma mendalam bagi Agus Rohman. Kondisi psikis kiper PSAP itu dinyatakan menurun setelah pemain yang berbenturan dengannya meninggal dunia dalam perawatan di rumah sakit.
"Agus murung terus, psikologinya berdampak atas meninggalnya Akli," kata pelatih PSAP, M. Khaidir. "Yang jelas, tidak ada pihak yang mau kejadian seperti ini."
Khaidir menambahkan, Agus terlihat murung dan tak bergairah dalam latihan. "Kondisi ini jelas memengaruhi persiapan kami jelang laga terakhir putaran pertama Grup 1 Divisi Utama Liga Indonesia 2014," lanjut Khaidir.
Sementara itu, Komisi Disiplin (Komdis) PSSI akan mengambil langkah tegas kepada siapa pun yang terbukti bersalah. "Pasti kasus ini kami follow up dan ini menjadi concern kami semua sebagai masyarakat bola," ujar Ketua Komdis, Hinca Panjaitan.
"Benturan dengan kiper itu bisa saja akibat pelanggaran laws of the game," imbuh Wakil Ketua PSSI, La Nyalla Mattalitti. "Maka kiper PSAP harus disanksi Komdis, atau siapa pun yang terlibat dalam insiden itu."
Sebelumnya, PSSI dan Badan Liga Indonesia juga telah membuat badan investigasi dari sisi medis olahraga terkasit kasus yang menimpa Akli ini. "Liga dan PSSI akan berkolaborasi dengan Persiraja untuk melakukan investigasi terkait hal ini," jelas CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono.
Di sisi lain, Ketua Umum Persiraja, Jamaluddin T. Muku, sudah resmi mengundurkan diri dari jabatannya per 17 Mei lalu. Alasannya, karena pengurus lama Persiraja dinilai tertutup, sehingga ia enggan dibebankan semua masalah yang melilit klub.
Salah satu masalah yang belum tuntas adalah soal pembayaran gaji Akli dan pemain-pemain lainnya. "Maka, kami menyatakan mundur dengan terhormat," kata Jamaluddin.
(wk/)