Tim Thomas Indonesia Tetap Diapresiasi Meski Gagal Tembus Final
SerbaSerbi

Perjuangan Tim Thomas dan Uber Indonesia dalam kejuaraan Piala Thomas-Uber 2014 tetap diapresiasi meski gagal memenuhi target.

WowKeren - Tim Thomas Indonesia kembali harus mengubur impiannya membawa pulang kembali supremasi kejuaraan beregu Piala Thomas setelah terakhir kali diraih 12 tahun silam. Di babak semifinal, Jumat (23/5), langkah Merah Putih dihadang Malaysia dengan skor telak, 0-3.

Meski gagal memenuhi target, namun perjuangan para pemain tetap mendapat apresiasi dari Menteri Olahraga, Roy Suryo. Ia menilai penampilan pasukan Merah Putih sudah luar biasa.

"Saya mengikuti terus upaya pemain, pelatih dan pembina bulutangkis Indonesia sejak persiapan hingga semifinal, upaya mereka sudah luar biasa," kata Menpora usai menyaksikan laga di Siri Fort, New Delhi, India. "Saya tidak menyalahkan pemain atau pembina, mereka sudah berusaha, tetapi inilah hasil yang harus kita terima."

Pada pertandingan semifinal semalam, Indonesia langsung tertinggal 0-1 ketika tunggal pertama, Tommy Sugiarto, takluk tunggal Malaysia, Lei Chong Wei. Tommy dipaksa kalah dua set langsung, 19-21 dan 13-21.

Pasangan ganda Hendra Setiawan - Mohammad Ahsan juga menuai kekalahan dari Tan Boon Heong - Hoon How Thien. Pasangan terbaik dunia itu harus bermain rubber game sebelum kalah 19-21, 21-8 dan 21-23.


Dionysius Hayom Rumbaka yang turun di partai ketiga, gagal mengatasi tekanan. Ia tak kuasa menahan perlawanan Chong Wei Feng, 10-21 dan 17-21.

"Kondisi tim yang ketinggalan 0-2 memang sangat memengaruhi permainanku," kata Hayom. "Sebaliknya, Wei Feng terlihat makin percaya diri."

Sebelumnya, langkah Tim Uber Indonesia juga harus terhenti di perempatfinal. Mereka dipaksa menyerah 0-3 dari tuan rumah India.

"Saya melihat kemajuan yang luar biasa dari tim negara lain, selain itu muncul juga pemain-pemain baru, karena itu kita pun tidak boleh ketinggalan," lanjut Menpora. "Kalau untuk tunggal putra, saya optimis regenerasi bakal berjalan lancar. Namun untuk kelompok putri, regenerasi pemain harus lebih diperhatikan lagi karena gap pemain senior dan angkatan di bawahnya cukup jauh."

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!