Selain tak adanya intensif pajak, rencana penerapan pajak penjualan barang mewah untuk ponsel juga membuat Samsung keberatan.
- Tim WowKeren
- Kamis, 29 Mei 2014 - 11:40 WIB
WowKeren - Samsung memiliki pangsa cukup besar di Indonesia, namun mereka masih enggan membuka pabrik di sini. Pembesut seri Galaxy S itu malah memilih berinvestasi di Vietnam. Apa alasannya Samsung ogah buka pabrik di Indonesia?
Saat ini pemerintah memang sedang merayu Samsung untuk membangun pabriknya di Indonesia ketimbang di Vietnam. Namun keputusan hampir final Samsung adalah membuka pabriknya di Vietnam. Vice President Samsung Electronics, Lee Kang Hyun, beralasan terlalu banyak aturan dari pemerintah yang menyulitkan mereka berbisnis di Indonesia.
Kang Hyun mengatakan bahwa membutuhkan banyak insentif untuk membangun pabrik dan itu tidak didapatkan di Indonesia. "Seperti di Vietnam, mereka memberikan tax holidays (insentif pajak) selama 30 tahun," ucapnya di Kantor Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Jakarta, Rabu (28/5).
Tak hanya untuk urusan intensif, rencana pemerintah menerapkan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) untuk Ponsel juga membuat Samsung keberatan. Pasalnya itu akan membuat ponsel murah membanjiri Indonesia dan mendesak penjualan dari vendor besar.
"Jika itu (PPnBM) dilakukan, maka akan membuat ponsel ilegal akan masuk banyak sekali," lanjut Kang Hyun. "Bahkan produk Samsung yang sama pun kita tidak akan bisa bersaing dengan yang ilegal karena itu barang lebih murah, dan beberapa aturan lainnya."
Sementara itu Menko Perekonomian, Chairul Tanjung, masih mencoba meyakinkan Samsung meski maklum jika vendor asal Korsel itu meminta banyak persyaratan. "Kalau mau bangun pabrik di Indonesia kita nggak perlu bicara hal-hal sepele seperti ini (PPnBM dan lainnya), itu kalau mau," ucap pengganti Hatta Rajasa ini.
(wk/)