Suporter Arema dinilai berperilaku rasis ketika Singo Edan menjamu Persija Jakarta pada laga ISL 2014, 18 Mei lalu, di Stadion Kanjuruhan.
- Tim WowKeren
- Senin, 16 Juni 2014 - 11:53 WIB
WowKeren - Karena ulah suporternya dianggap rasis dan adanya lima pemain yang menerima kartu kuning dalam laga kontra Persija Jakarta, 18 Mei lalu, Arema Cronus dijatuhi sanksi oleh Komisi Disiplin PSSI. Tim Singo Edan diharuskan membayar denda sebesar Rp 260 juta.
Jika dirinci, denda Rp 10 juta untuk pemain yang menerima kartu kuning, yaitu Gustavo Lopez, Arif Suyono, Victor Igbonefo, Sunarto dan Juan Revi. Sementara Rp 250 juta untuk ulah buruk Aremania, pendukung Arema. Denda paling lambat dibayarkan tanggal 14 Juli 2014.
Pihak Arema yang diwakili media officer, Sudarmaji, mengaku menerima keputusan tersebut. Namun, ia juga meminta PSSI untuk merumuskan secara jelas pelanggaran mengenai tindakan rasis ini.
"Persoalan rasis yang membuahkan sanksi dan denda ini harus dibahas dan dirumuskan oleh semua pemangku kepentingan," tandas Sudarmaji. "Karena kalau mau jujur, banyak kosakata yang harus diinventarisasi, mana saja yang masuk dalam kategori rasis, termasuk perilaku yang dianggap rasis."
Menurutnya, pihak klub dan suporter juga harus dilibatkan dalam perumusan ini. Ini dilakukan agar ada penyatuan persepsi terkait kalimat, kata atau tingkah laku yang mengarah rasial.
Meski begitu, Sudarmaji mengaku pihaknya belum menerima pemberitahuan resmi dari PSSI terkait denda ini. "Kami tahunya dari media. Setelah ada info itu, manajemen langsung menggelar rapat dan sepakat untuk membayar denda dan tidak mengajukan banding," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Komdis PSSI, Hinca Panjaitan, dengan tegas mengungkapkan tidak akan main-main dengan pelanggaran berbau rasis. "Kami tidak ingin ada lagi nyanyian rasis. Kami berusaha menjalankan regulasi dan terus memperbaiki mutu kompetisi," tandas Hinca.
(wk/)