Tim Fastrax mengikat kembang api di kaki mereka saat lompat dari pesawat karena ingin tampil beda dibanding penerjun lainnya.
- Tim WowKeren
- Senin, 23 Juni 2014 - 11:56 WIB
WowKeren - Terjun payung mungkin sudah kurang menantang bagi sebagian penghobi. Sebuah tim penerjun payung di Ohio, Amerika Serikat, menantang diri mereka ke level lebih tinggi dengan menambahkan kembang api.
Tim Fastrax mengikat kembang api di kaki mereka saat lompat dari pesawat untuk terjun payung. Setelah melayang di ketinggian 4 ribu meter, penerjun memencet salah satu tombol di dada untuk mengalirkan aliran listrik ke pergelangan kaki. Panas ledakan kembang api itu mencapai lebih dari seribu derajat Celcius dan setinggi 200-an meter.
Setelah mencapai ketinggian 1500 meter, para penerjun membuka parasut mereka dengan hati-hati agar tidak terkena percikan kembang api. Tim Fastrax yang dibentuk sejak 2002 itu punya ide pakai kembang api agar menonjol dibanding tim penerjun lainnya. Hasilnya memang mereka memukau dengan pertunjukan kembang api di tengah langit malam yang gelap.
"Cukup keren bagaimana kami dapat membuat pertunjukan kembang api ketika melompat," ucap pemimpin tim, John Hart. "Itu seperti meteor ketika kami jatuh dari langit dengan api di belakang kami. Ada ekor api yang panjang."
Meski mereka membuat para penonton terpukau namun resiko yang dihadapi juga besar. "Orang lain juga membuat teaterikal kembang api tapi tidak sungguhan, ukurannya kecil dan tidak beresiko," lanjut John.
"Ketika keluar dari pesawat, kami merasakan energi yang besar dan karena gelap malam kami menggunakan lampu untuk saling menemukan posisi. Aku sudah lama tidak deg-degan seperti ini karena amat berbahaya," tutur John. "Suhunya naik 6 derajat hanya karena panas petasannya saja dan gampang bingung arah setelah kembang apinya meredup. Tapi itu tak menghentikan kami."
(wk/)