Media Asing Soroti Klaim Jokowi dan Prabowo Sama-Sama Menang Quick Count
Nasional

BBC, SMH dan Daily Mail menyoroti klaim kedua kubu yang didasari quick count lembaga swasta beserta responnya.

WowKeren - Hasil penghitungan suara pilpres oleh KPU akan diumumkan 22 Juli mendatang. Namun selama menunggu hasil resmi, banyak lembaga survey yang membuat penghitungan cepat (quick count). Kedua pasangan capres pun mengklaim sama-sama menang dalam quick count ini.

Klaim kemenangan dua kubu tersebut menjadi topik panas di internet maupun pemberitaan media-media. Rupanya tak hanya di dalam negeri, media asing ikut menyoroti klaim yang menimbulkan kekisruhan itu. BBC, Sydney Morning Herald (SMH) dan Daily Mail membuat tulisan dengan tema serupa.

Dalam artikel BBC bertajuk "Indonesia vote: Both Widodo and Subianto claim victory", Jokowi yang pertama mengumumkan kemenangannya ini. Selang satu jam kemudian Prabowo ikut mengklaim "telah menerima dukungan dan mandat rakyat". BBC menyebutkan sumber data quick count pada Pilpres ini ada 2 ribu lembaga dari seantero negeri.

Reuters melansir ada 5 lembaga survei mengunggulkan Jokowi sebagai pemenang diantaranya CSIS Indonesia dan Litbang Kompas. CSIS menyebut gubernur Jakarta tersebut berhasil meraih 52 persen suara sedangkan Prabowo Subianto "hanya" 48 persen. Dari Kompas juga menyatakan Jokowi meraup 52 persen dan Prabowo mengumpulkan 47 persen suara.


Dalam tulisan "Prabowo Subianto and Joko Widodo both claim victory in Indonesia's presidential poll" pada 10 Juli, SMH menuliskan Jokowi memperingatkan lawannya untuk tidak mengutak-atik hasil perhitungan suara. Sedangkan Prabowo menanggapinya dengan meminta para pendukungnya bersabar serta menghormati hasil akhir dari KPU.

Sementara itu SMH juga mengutip pernyataan dari pengajar Universitas Nasional Australia, Ed Aspinall. Ia mengatakan bahwa kemenangan Jokowi sah karena lembaga survey yang diklaim Prabowo memiliki rekam jejak menggembungkan suara.

Daily Mail mengutip Associated Press senada dengan media lainnya. Harian besar asal Inggris itu juga menuliskan himbauan presiden SBY agar masyarakat tetap menjaga ketenangan meski partainya sudah berlabuh ke kubu Prabowo. Mereka menyebutkan bahwa Jokowi dan Prabowo menawarkan program yang jauh berbeda maupun gaya pembawaan yang bertolak belakang.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!