Hampir 90 persen karyawan Twitter adalah lelaki berkulit putih atau berkebangsaan Asia yang bekerja sebagai staf dan bagian teknologi.
- Tim WowKeren
- Kamis, 24 Juli 2014 - 09:43 WIB
WowKeren - Kemarin (23/7), Twitter merilis grafik gender dan etnis dari pekerjanya. Di Amerika Serikat, hampir 90 persen tenaga kerja Twitter adalah lelaki berkulit putih atau berkebangsaan Asia.
Menurut grafik yang dipublikasikan Wakil Presiden Keragaman dan Inklusi, Janet Van Huysse, 70 persen lelaki menjadi staf dan 90 persen staf teknologi. Dari data itu, ia ingin mengambil langkah untuk menambah keberagaman para karyawannya.
"Kami ingin menjadi lebih dari sekadar bisnis yang baik," kata Huysse. "Kami ingin menjadi bisnis yang bisa dibanggakan."
Bagi perusahaan-perusahaan kuat Silicon Valley, keragaman menjadi isu panas yang sedang ramai diperdebatkan. Demi menjaga keselarasan hubungan dengan pelanggan mereka di seluruh dunia, keanekaragaman menjadi sangat penting.
Selain orang kulit putih, 3 persen pegawai Twitter adalah Hispanik dan 2 persen berkulit hitam. Meski begitu, 41 persen pengguna Twitter di Amerika Serikat adalah orang berkulit hitam, Hispanik, orang Asia dan Amerika.
(wk/)