CEO BlackBerry, John Chen, mengumumkan dalam memonya bahwa masa sulit dan PHK karyawan BlackBerry telah berakhir karena perusahaan mulai stabil.
- Tim WowKeren
- Rabu, 06 Agustus 2014 - 10:32 WIB
WowKeren - Setelah beberapa tahun melalui masa sulit, perusahaan ternama Kanada, BlackBerry, kini menyatakan PHK massal karyawannya telah usai. CEO BlackBerry, John Chen, dalam memonya, Jumat (1/8), yang ditujukan ke seluruh karyawan menyatakan bahwa tidak akan ada lagi perampingan staf karena performa perusahaan telah stabil.
"Kita telah merampungkan proses restrukturisasi yang menyakitkan," ujar Chen dalam memonya. "Pengurangan tenaga kerja yang dimulai tiga tahun lalu, kini sudah kita lewati."
Chen juga menyatakan rasa percaya dirinya bahwa perusahaan kini telah sepenuhnya menemukan jati diri dan strategi bisnis di tengah persaingan ketat dengan pabrikan smartphone lainnya. Chen juga berterima kasih dan meminta bantuan para karyawannya yang telah bekerja sangat keras untuk membangun perusahaan yang berbasis di Waterloo, Ontario ini.
"Banyak karyawan yang dilepaskan, yang lainnya diharuskan untuk memilih, sedangkan sisanya yang bertahan merasa tidak yakin dengan masa depan perusahaan dan masa depannya sendiri," tulis Chen. "Aku meminta bantuan Anda lebih dari sebelumnya untuk fokus pada pelaksanaan di setiap tingkatan."
Sebelumnya, BlackBerry diketahui pernah melakukan PHK pada 120 karyawannya, Maret lalu. Bahkan selama kurun waktu tiga tahun, BlackBerry telah memangkas 60 persen jumlah karyawannya agar operasi perusahaan bisa terus berjalan.
(wk/)