Sekitar 8,5 persen pengguna aktif Twitter adalah 'bot' yang dijalankan otomatis oleh aplikasi pihak ketiga.
- Tim WowKeren
- Rabu, 13 Agustus 2014 - 15:57 WIB
WowKeren - Twitter baru saja menyerahkan sebuah dokumen kepada US Securities and Exchange Commission (SEC) yang mengungkap bahwa 8,5 persen atau 23 juta akun dari seluruh pengguna aktif media sosial itu bukanlah manusia. Akun "bot" yang menjadi pengguna aktif Twitter itu memposting tweet secara otomatis yang dijalankan aplikasi pihak ketiga.
Namun di sisi lain, perusahaan asal Fransisco itu juga mengungkapkan bahwa aplikasi pihak ketiga yang dianggap sebagai "bot" tersebut tidak bisa dikatakan seluruhnya sebagai akun "bukan manusia". Akun pihak ketiga yang diberi otoritas untuk memposting sesuatu memang tidak selalu meminta izin dari penggunanya.
Akun-akun ini juga bisa secara langsung mengunggah tweet buatan pengguna asli. Karena itu, penting untuk mengetahui siapa saja pengguna yang menggunakan aplikasi pihak ketiga untuk mengurangi akun spam dan palsu.
Saat ini, ada sekitar 11 persen pengguna aktif Twitter yang mengakses akun mereka melalui aplikasi pihak ketiga seperti UberSocial dan Tweetdeck. Twitter pun merasa bertanggung jawab untuk melaporkan ini agar mereka bisa menekan jumlah akun palsu dan spam dalam sosial medianya.
"Secara historis kami bertanggung jawab untuk melaporkan seberapa banyak pengguna yang mengakses Twitter lewat aplikasi pihak ketiga," ujar juru bicara Twitter. "Kami juga sudah menemukan cara mengungkap mana pengguna yang menggunakan aplikasi pihak ketiga agar bisa secara otomatis dan teratur menulis tweet tanpa perlu ada keterlibat pengguna."
(wk/)