Menpora Roy Suryo dan Mantan Pesepakbola 'Kritik' Kekalahan Timnas U-19
SerbaSerbi

Menpora menilai ada yang salah dengan permainan Timnas U-19 sejak kompetisi HBT sedangkan Ferril Raymond Hattu menganggap kegagalan itu karena Garuda Jaya ditangani dengan pola manajemen warteg.

WowKeren - Sejumlah pihak mencoba mengevaluasi atas kegagalan Timnas U-19 meneruskan langkah mereka di Piala AFC U-19 2014. Mereka gugur di fase grup setelah kalah 0-1 atas Australia dalam pertandingan di Myanmar, akhir pekan lalu.

Menurut Menpora Roy Suryo, ada sesuatu yang salah dengan permainan Timnas U-19 sejak Piala Hassanal Bolkiah Trophy di Brunei Darussalam. Roy sayangnya tak menjelaskan detil soal penilaiannya itu.

"Rasanya ada yang salah dengan U-19 ini sejak turun di Brunei. PSSI sebagai induk organisasi sepakbola harus segera melakukan evaluasi menyeluruh untuk mencari solusi," kata Roy. "Ayo Garuda Muda, jangan menangis. Segera bangkit, dan kembali terbang mengangkasa membawa asa Indonesia. Jangan patah semangat, apalagi tertekan."


Sedangkan mantan pesepakbola nasional, Ferril Raymond Hattu, menyalahkan manajemen atas kegagalan yang terjadi. Menurutnya, Timnas U-19 sudah berusaha keras namun skill mereka tak terasah karena strategi TC yang kurang tepat.

"TC jangka panjang sudah benar karena kompetisi di Indonesia tidak bisa diharapkan. Tapi tur nusantara itu tidak ada gunanya," kata Ferril saat diwawancara detikSport. "Untuk apa kita melawan tim-tim yang kualitasnya ada di bawah kita? Kecuali Anda adalah tim kelas dunia dan sudah tidak ada lagi tim di atas Anda."

"Tim ini diurus dengan manajemen warteg," kritik Ferril. "Sementara lawan sudah pakai manajemen supermarket dan hypermarket. Bagaimana mau berprestasi? Bisanya ya lawan yang kecil-kecil."

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!