Pelatih Suharno menyayangkan apabila Komdis PSSI jadi menjatuhkan hukuman laga tanpa penonton ketika Arema menjamu Persela, 25 Oktober.
- Tim WowKeren
- Jumat, 17 Oktober 2014 - 12:45 WIB
WowKeren - Akhir pekan lalu, suporter Arema Cronus ditangkap karena menyalakan flare di laga kontra Persipura. Akibat insiden tersebut, Arema terancam hukuman laga tanpa penonton ketika menjamu Persela Lamongan, 25 Oktober.
Pelatih Singo Edan, Suharno, mengaku kecewa jika Komdis PSSI jadi menetapkan hukuman tersebut. Namun ia tak ingin terlalu memikirkan hal tersebut karena masih fokus untuk laga tandang ISL melawan Persipura, 21 Oktober.
"Sangat disayangkan jika bermain di laga tanpa penonton, karena sepakbola adalah hiburan yang harusnya dinikmati semuanya," terang Suhrano. "Tapi biarlah manajemen yang lebih berkompeten mengurusinya. Kalau kami pelatih diminta ikut campur, tentu berat, karena pikiran kami adalah untuk Persipura Jayapura. Persiapan hingga lima hari mendatang adalah untuk itu, karena laga di Jayapura sangat menentukan nantinya."
CEO Arema Cronus Indonesia, Iwan Budianto, juga menyesalkan karena hukuman tersebut bisa menurunkan motivasi bertanding Cristian Gonzales cs. "Pemain Arema tentu sangat bersemangat ketika ada penonton yang mendukungnya di sisi tribun. Singkatnya, perjuangan mereka di lapangan mendapatkan apresiasi dari fans yang memberikan dongkrak penyemangat. Manakala penonton tidak ada, saya khawatir pemain akan terpengaruh," kata Iwan.
(wk/)