Iwan Fals mengaku kesal dengan kenaikan harga BBM, sementara Farhat menulis banyak tweet mengkritisi kebijakan pemerintah itu.
- Tim WowKeren
- Selasa, 18 November 2014 - 10:39 WIB
WowKeren - Berita naiknya harga BBM yang diumumkan oleh pemerintah semalam tak pelak membuat rakyat terkejut. Pasalnya, secara tiba-tiba Presiden Joko Widodo memberikan pidato tentang kenaikan BBM yang akan berlaku mulai 19 November pukul 00:00 WIB.
Kabar tentang kenaikan BBM tersebut tak hanya menarik perhatian masyarakat, namun juga kalangan selebriti. Artis Tanah Air seperti Farhat Abbas dan Iwan Fals ramai memberikan komentar mereka soal isu hangat ini.
"Sy gak paham hitung2annya, smoga saja 3 kartu sakti itu jawaban, tp memang harga bbm yg naik itu nyebelin," tulis penyanyi senior ini di akun Twitter @iwanfals. "Pengalihan subsidi."
Komentar yang lebih berani diutarakan oleh Farhat Abbas. Mantan suami Nia Daniati ini secara lantang mengkritisi kebijakan pemerintah dalam menaikkan BBM. "Yg harusnya turun dinaikkan, yg menaikkanlah yg harus diturunkan. Naikkan harga diri & martabat bangsa ! Bukan BBM.," tulis Farhat di akun @farhatabbaslaw.
Sejuta persen Airmata rakyat membasahi indonesia dg kenaikan BBM, ternyata solusi bangsa bukan ganti pemimpin atau pemimpin baru tapi BBM.
— PresidenOposisiRI (@farhatabbaslaw) November 17, 2014
Belum menaikkan kualitas hukum & HAM,, pemerintah menaikkan BBM.
— PresidenOposisiRI (@farhatabbaslaw) November 18, 2014
Meski demikian, di beberapa kicauannya, Farhat tampak memberikan pembelaan kepada presiden Jokowi. Menurutnya, kebijakan menaikkan BBM ini bukanlah keputusan orang nomor satu RI itu. "Gue yakin! @jokowi_do2 cuma bacain kenaikkan BBM, ini bukan pemikiran & jiwa beliau," tulis Farhat. "Orang gak menyesal memilih @jokowi_do2 tapi gue yakin beliau dengan sangat menyesal menaikkan BBM. 'sesal kemudian tiada berguna'."
Pemerintah telah secara resmi menaikkan harga BBM. Kini premium yang sebelumnya seharga Rp 6.500 naik menjadi Rp 8.500/liter. Sedangkan solar menjadi Rp 7.500 dari harga sebelumnya Rp 5.500/liter.
(wk/)