Sony Pictures angkat bicara tentang pendapat Obama yang tak setuju perilisan 'The Interview' dibatalkan.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 20 Desember 2014 - 10:09 WIB
WowKeren - Sony Pictures mengalami peretasan besar-besaran hingga beberapa dokumen penting seperti skenario film yang dimilikinya bocor. Setelah melakukan penyelidikan, Amerika memastikan bahwa Korea Utara terlibat dalam kasus tersebut.
Karena kejadian ini, Sony Pictures membatalkan perilisan film "The Interview" yang diduga menjadi penyebab utama peretasan dimulai. Jika tidak, para hacker mengancam akan meretas jaringan bioskop Amerika.
Presiden Amerika Serikat Barack Obama akhirnya angkat bicara mengenai kasus ini. Obama menyatakan Sony Pictures melakukan kesalahan dengan membatalkan perilisan film yang dibintangi oleh Seth Rogen dan James Franco itu.
"Saya berharap Sony membicarakan pembatalan perilisan kepada saya terlebih dahulu. Saya akan menyarankan kepada mereka, 'Jangan terjebak oleh pola intimidasi dan jenis serangan kriminal seperti itu'," ujar Obama dalam sebuah konferensi pers, Jumat (19/12). "Ya, saya pikir Sony membuat kesalahan."
"Kita tidak bisa membiarkan seorang diktator menerapkan sensor di Amerika Serikat," lanjut Obama. "Jika seseorang mampu membuat film satir batal tayang, bayangkan jika mereka tak suka ketika melihat sebuah film dokumenter atau sebuah tayangan berita."
Sony kemudian menanggapi pernyataan Obama. Sony membela keputusan mereka untuk membatalkan film yang seharusnya rilis 25 Desember nanti.
"Keputusan untuk tidak merilis 'The Interview' pada 25 Desember, adalah karena sebagian besar bioskop memilih untuk tidak menayangkan film tersebut," kata Sony. "Ini adalah keputusan mereka. Tanpa bioskop, kami tidak bisa merilisnya. Kami tidak punya pilihan."
Sementara itu, "The Interview" bercerita tentang kisah Dave Skylark, host acara TV, dan produsernya, Aaron Rapoport yang mengetahui bahwa Presiden Korea Utara merupakan fans acara mereka. Mereka pun berencana melakukan wawancara dengan sang diktator.
(wk/)